klivetvindonesia.com Pontianak – Pemekaran Provinsi Kapuas Raya yang tertunda kembali hangat dibicarakan, seakan akan pemekaran Provinsi Kapuas Raya hanya mainan para elite politik yang ingin mengambil keuntungan dalam perhelatan Pilkada Gubernur 2024 mendatang.
Janji kampanye yang di lontarkan oleh Sutarmiji saat kampanye 5 tahun lalu, namun hingga hari ini belum terealisasi, sehingga dalam menjelang perhelatan Gawai Rakyat Lima tahunan di Kalbar menjadi perbincangan hangat di berbagai kalangan, baik di kalangan terpelajar hingga kalangan menengah kebawah.
Berbagai asumsi liar pun terucapkan oleh kelompok yang pro dan kontra dari Pasangan Petahana yaitu Bang Miji.
Ketua Umum Lumbung Informasi Masyarakat pun ikut menyikapi kegaduhan politik yang terjadi saat ini, hingga salah satu petinggi partai berlambang pohon beringin yang mendukung Paslon Bang Miji yang melontarkan kata kata yang di anggap Rasis.
Kepada awak media Ketua Umum Lumbung Informasi Masyarakat 10/09/2024 mengatakan sungguh tidak elok seorang Anggota DPR RI berbicara keras dan di anggap Rasis dengan kata kata ” Saya menantang siapa yang paling Dayak dan siapa yang Paling Muslim,”
Bahasa propaganda negatif ini bisa dianggap Rasis oleh banyak kalangan dan bisa menimbulkan reaksi yang berbeda di berbagai kalangan.
Syafarahman mengatakan “ucapan tersebut saya anggap untuk mengalihkan permasalahan yang sesungguhnya yaitu terkait gagalnya pemekaran Provinsi Kapuas Raya yang pernah dijanjikan oleh Sutarmiji saat kampanye 5 tahun lalu.
Logika berfikir yang sehat ialah Sutarmiji kala itu menjanjikan Percepatan Pemekaran Provinsi Kapuas Raya dimana jauh hari sebelumnya sudah berlaku moratorium pemekaran Provinsi Baru.
Namun celakanya sampai akhir masa jabatannya moratorium tidak kunjung dicabut pemerintah pusat, sehingga berdampak pada gagalnya pemekaran Provinsi Kapuas Raya.
Gagalnya pemekaran Provinsi Kapuas Raya diduga karna gagalnya pihak pihak terkait dalam memperjuangkan pencabutan moratorium pemekaran Provinsi Kapuas Raya.
Masyarakat awam tidak mau tau apa penyebab gagalnya pemekaran Provinsi Kapuas Raya, mereka hanya tau pemekaran Provinsi Kapuas Raya gagal diperjuangkan oleh Sutarmiji.
Masyarakat Kalbar iri dengan Papua yang bisa dimekarkan hingga 4 Provinsi Baru, sehingga menimbulkan pertanyaan dan dugaan dugaan liar.
Kami menduga ucapan tantangan dari anggota DPR RI dari Golkar tersebut hanya ingin mengcounter gagalnya pemekaran Provinsi Kapuas Raya. Tutupnya.(Son)





