JENEPONTO – KLTV INDONESIA
–klivetvindonesia.com– Kehadiran Minimarket Alfamidi di keCamatan Rumbia Kabupaten Jeneponto Sulawesi Selatan menjadi sorotan serius buat Pedagang kecil seperti kios kelontong, sembako yang menjual bahan campuran dan lain – lain .
Pasalnya jarak Alfa Midi tersebut dengan Pasar Tradisional sangat dekat yakni kurang lebih 100 m. Hal itu yang membuat sejumlah pedagang kecil tersebut kesal dan sepertinya mereka keberatan atas keberadaan minimarket tersebut “, demikian disampaikan oleh sejumlah pedagang kecil tersebut ,” Kamis 23-7- 2024.
Menurut mereka solusi yang ditawarkan kepada pengelolah Minimarket tersebut jika tidak keberatan sebaiknya jam operasionalnya kalo bisa di buka sekitar pukul 1 siang wita setelah pedagang pasar tradisional pulang yaitu pada hari pasar, Selasa dan Jum,at ,” begitu ujar mereka .
Menurut mereka , sejak keberadaan minimarket tersebut omset pendapat mereka sepi dari pembeli .
Keterkaitan dengan hal tersebut aktifis Pengawal Aspirasi Masyarakat ( PARMASI) Haidir,sangat menyayangkan keberadaan minimarket tersebut di keCamatan Rumbia karena kuat dugaan mereka tidak memperhitungkan keadaan sosial dengan pedagang pasar tradisional tersebut seperti , usaha kecil,dan menengah yang berada di wilayah tersebut,” begitu kata dia . Oleh karena itu, dia berharap kepada instansi terkait yang memberi ijin tersebut diharapkan untuk meninjau kembali dan memperhatikan juga dengan jarak pasar tradisional karena dampaknya lamban laun pedagang tersebut akan gulung tikar karena kurangnya pembeli yang datang belanja pada kios – kios tersebut ,” begitu ujarnya. Menurut dia, pihak pemerintah seharusnya “melindungi pedagang kecil” yakni dengan cara membatasi kehadiran minimarket di Kabupaten Jeneponto supaya pedagang kecil tersebut mereka bisa mendapat pembeli yang merata dan seimbang antara pelaku umkm dan minimarket,” begitu kata dia lagi .
Sementara aktifis Pemuda Rumbia, Safri Situju, juga menyampaikan, bahwa ini kuat dugaan pelanggaran karena sangat dekat dengan pasar tradisional dimana disitu ada kios pedagang kecil yang dikhawatirkan ekonomi pedagang dalam jangka panjang bisa anjlok dan bisa saja mereka gulung tikar”,begitu ujarnya . Oleh karena itu mereka mengharapkan kepada pemerintah lebih mengedepankan usaha masyarakat lokal, umkm.
Mengatasi hal tersebut tentunya kita mencari solusi dan berharap kepada pemerintah kecamatan dapat memfasilitasi pertemuan dengan pihak Alfa midi , aktifis pemuda rumbia dan sejumlah pedagang kecil sehingga ada titik temunya untuk mencari solusi yang terbaik ,” begitu tutupnya.






