klivetvindonesia.com Pontianak – Lika liku cerita tentang kehidupan baik secara pribadi maupun kelompok, tentu tidak terlepas dari berbagai macam problema.
Syafarahman atau akrab disapa Daeng Spareng dalam pemikirannya bahwa Hidup ini untuk dijalani bukan untuk diratapi 20/07/2024.
Buah pemikiran tersebut di jabarkan oleh Seorang Konseptor bernama Eka Siswanto kepada awak media ia mengatakan “Dalam perjalanan hidup, setiap individu dihadapkan pada berbagai tantangan yang tak terelakkan. Menghadapi tantangan ini, kita harus mengadopsi pendekatan yang proaktif, memanfaatkan teori *resilience* dalam psikologi yang mengajarkan kita untuk bangkit dari kesulitan dengan kekuatan dan tekad yang diperbarui.
Seperti dalam biologi, di mana organisme beradaptasi dengan lingkungannya untuk bertahan hidup, kita pun harus mengembangkan kemampuan adaptasi yang serupa. Melalui proses yang disebut *neuroplasticity*, otak kita memiliki kapasitas luar biasa untuk berubah dan beradaptasi terhadap pengalaman baru dan tantangan hidup.
Menjalani hidup dengan penuh semangat berarti memahami prinsip *entropy* dalam fisika, yang menunjukkan bahwa ketidakpastian dan perubahan adalah bagian tak terpisahkan dari alam semesta. Daripada meratapi perubahan yang terjadi, kita harus menerima dan beradaptasi, memanfaatkan setiap momen untuk tumbuh dan berkembang.
Dalam ilmu ekonomi, konsep *opportunity cost* mengajarkan kita bahwa setiap pilihan yang kita buat memiliki konsekuensi. Oleh karena itu, menjalani hidup dengan bijak berarti membuat keputusan yang terbaik dengan mempertimbangkan manfaat jangka panjang, bukan sekadar kenyamanan sesaat.
Dengan demikian, kehidupan ini bukanlah untuk diratapi, melainkan untuk dijalani dengan penuh makna dan tujuan. Setiap tantangan yang kita hadapi adalah peluang untuk belajar dan berkembang, sebagaimana kita memahami bahwa dalam setiap kesulitan terdapat benih kebijaksanaan yang berharga.





