Tim Dayung Singa Samudra Asal Mempawah Kecewa Usai Didiskulalifikasi Tanpa Ada Penjelasan

Klivetvindonesia.com, Mempawah-Tim dayung Singa Samudra asal Kabupaten Mempawah kecewa dan alami kerugian usai dikerjai panitia lomba sampan bidar, yang bertajuk LOMBA SAMPAN BEDAR II SEKALIMANTAN BARAT, dalam rangka Idul Fitri 1445 H dan promosi Desa Wisata Budaya, yang dilaksanakan di Desa Sumber Harapan Kecamatan Sambas Kabupaten Sambas Minggu 28 April 2024.

Kepada awak media ini ketua tim Singa Samudra 1dengan nama panggilan UJI mengungkapkan, kekecewaan dimana tim kami dinyatakan didiskulalifikasi oleh panitia pelaksana, ketika sudah melakukan lomba dan menang pada putaran pertama.

Bacaan Lainnya

“Tim kami sudah melakukan lomba pada putaran pertama dan meninggalkan tim lawan dengan jarak yang sangat jauh, namun usai pertandingan, tiba tiba saja kami mendapatkan putusan didiskualifikasi
oleh panitia secara sepihak dan tidak ada kejelasan yang di paparkan,”ujarnya

Lebih lanjut Uji mengatakan, secara aturan tak ada yang kami langgar, kami berlomba sesuai jalur dan mampu keluar sebagai pemenang diputaran pertama, namun saat kami temui pihak panitia mereka tak bisa memberikan jawaban secara tertulis, bahkan panitia berdalih dan melempar kepada ketua harian Podsi sambas untuk memberikan penjelasan, namun pihak Podsi Sambas juga berdalih dan melempar kembali kepada pihak panitia.

“Semua ini akal akalan untuk menjatuhkan tim kami, jika memang takut tim kami jadi pemenang, kenapa tidak dari awal pendaftaran kami ditolak dan dijelaskan secara detil apa yang menjadi alasan untuk tidak membolehkan tim kami ikut perlombaan,”sesalnya.

Jelas dengan ada nya peristiwa seperti ini “Mohon maaf, pihak panitia dan Podsi Sambas harus lebih banyak belajar jika ingin mengadakan kegiatan lomba, saya secara pribadi berpendapat mungkin ini ada oknum oknum yang bermain yang punya tujuan dan kepentingan lain, sangat disayangkan jika ini benar benar terjadi karena bisa mencoreng wajah Kabupaten Sambas yang menjadi kiblat untuk kemajuan Sampan Bidar di Kalimantan Barat.

Sangat disayangkan jika ini benar benar terjadi, panitia dan Podsi ditokangi aktor aktor intelektual yang punya kepentingan lain sehingga kegiatan lomba ini menjadi tidak fair, tentu saja menjadi noda hitam bagi kepengurusan Podsi Kabupaten Sambas yang saat ini diketahui tidak memiliki ketua umum lantaran mengundurkan diri sebelum kegiatan ini diwacanakan.

“Meskipun kami telah melaporkan dan menyampaikan pengaduan ke Polres Sambas atas kecurangan ini, tetap saja aduan dan laporan kami ini dianggap angin lalu, lantaran pihak Polres hanya bisa menyarankan agar permasalahan ini diselesaikan secara musyawarah,”lirihnya.

“Saya berharap dengan insiden ini Podsi Kabupaten Sambas cepat berbenah, ibarat pepatah nasi sudah menjadi bubur, kekalahan kami sangat menyakitkan tapi sudah lah, kami terima kalah, namun kalah secara terhormat, bukan ingin menang dengan menghalalkan segala cara,”pungkasnya.

Sampai berita ini diterbitkan awak media masih belum dapat terhubung kepada pihak panitia lomba untuk dikonfirmasi.

Publies:(Shon)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *