Manusia Bagai Sampah Ketika Putus Urat Malunya

 

Oleh Frans Kato

Bacaan Lainnya

KLTV INDONESIA
klivetvindonesia.com– Putus urat malu merupakan pribahasa kiasan yang cocok dikenakan pada orang – orang Serakah , Rakus , Korupsi , Kolusi dan Nepotisme. Menyadari akan hal tersebut , seharusnya tidak perlu dilakukan jika orang – orang tersebut, beretika. Namun, karena dasarnya serakah , dan maunya berkuasa semua, maka segala cara dilakukan yakni : “Halal , “Haram ,”Hantam ( 3H ).

Melihat perbuatan yang demikian, sepertinya kurang baik karena terlalu rakus,dan semuanya diembat oleh
keluarga dan kelompok orang – orang tersebut”.

Kritikan dari berbagai pihak terhadap orang – orang yang urat malunya sudah putus tersebut, sepertinya biasa – biasa saja buat mereka dan tak ada rasa malunya. Kuping mereka seperti kuping wajan yang kedua tangkainya kiri dan kanan sudah dilobang maka ketika kritikan ditujukan kepada mereka sepertinya sia – sia karena telinga kanan dan kiri sama seperti tangkai wajan tersebut . jadi pesan yang disampaikan tak mampu disimpan .

Orang – Orang yang berperilaku demikian, mereka adalah bagian dari orang yang licik dan culas.
Jika menďapat jabatan “, Nepotisme mereka akan lakukan , dimana , keluarga dan kelompoknya mereka akan ditempatkan pada tempat strategis tanpa memperhatikan “profesionalisme “yang dimiliki .

Hal itu akan memudahkan mereka untuk melakukan kolusi jika “mendapatkan proyek “dan pada akhirnya akan “bermuara pada korupsi “. ”

Pelanggaran demi pelanggaran sepertinya “susah diproses karena yang menegakan aturan tersebut adalah keluarga dan kelompoknya maka akan sulit . semuanya itu terjadi karena orang – orang itu , urat malunya pada putus sehingga mereka tak ada rasa malunya ketika melakukan sesuatu yang melanggar etika dan moral.

Melihat tingkah laku yang demikian, orang – orang yang tidak suka dengan Serakah, Rakus , Korupsi , Kolusi dan Nepotisme . Melihat mereka seperti sampah karena bau busuk dan jijik karena banyak lalat yang hinggap pada sampah yang busuk itu .

Sehubungan dengan hal tersebut sebagai generasi penerus bangsa diharapkan untuk jangan ikuti perbuatan yang busuk tersebut supaya Anda jangan dikatakan sampah masyarakat. Ikutlah cara yang baik karena kalian punya urat malu belum putus seperti orang – orang itu . Jagalah nama baik mu karena nama adalah suara yang paling merdu di dunia ini .

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *