Klivetindonesia.com.Baturaja OKU.Pesta demokrasi tahun 2024 tinggal hitungan bulan. Banyak harapan dan rasa optimistisme masyarakat, agar penyelenggaraan Pemilu Serentak berjalan dengan damai. Memasuki tahun politik pemilu 2024 pengguna di beberapa plat form media sosial sudah banyak ditemui konten-konten berbau politik yang terkadang cenderung memecah persatuan.
Terkait hal ini, Aktivis OKU juga sebagai kontrol sosial,Kota Baturaja Sum- Sel,M.,Sawalludin atau yang biasa di panggil dengan Bang Awal, ini menyampaikan bahwa, sesuai komitmen Kementerian Kominfo dan KPU sepakat untuk memerangi berita-berita bohong atau hoax, miring dan cenderung ekstrim. Menurutnya, hal ini menjadi tanggung jawab bersama bukan hanya dari Kominfo saja untuk memerangi berita-berita bohong yang tidak bisa dipertanggungjawabkan.
“Untuk itu, meningkatkan budaya literasi menjadi hal penting bagi masyarakat dalam menerima informasi-informasi dari berbagai platform yang ada. Jangan mudah membagikan informasi yang belum diketahui kebenarannya,” ucapnya saat di di temui lagi ngobrol pintar (ngopi) bareng bersama awak media di Kantin Buk Nur persis berada di depan Kantor Kejaksaan Baturaja.(25-1-2024 )
Disampaikan Bung Sawal bahwa, beberapa hal yang perlu diwaspadai masyarakat saat berselancar di media internet diantaranya pencemaran nama baik, dan penyebaran berita bohong atau berita hoax yang sering terjadi khususnya selama tahun politik ini
Oleh karena itu, ketika masyarakat menemui informasi atau konten-konten berita yang tidak bisa dipertanggungjawabkan adalah masyarakat
pertama-pertama harus menahan diri dan harus bersikap tabayun atau konfirmasi kepada sumber-sumber yang terpercaya terlebih dahulu.
Lanjutnya, pesta demokrasi ini sudah seharusnya dirayakan dengan nuansa yang damai, senang dan bahagia.Jangan sampai esensi dari kata ‘pesta’ justru dijadikan sebagai alat untuk konflik antar kelompok, dengan cara menyebarkan fitnah dan hoax.
“Sejauh ini dari KPU serta Dinas Kominfo Kota Baturaja Kab.OKU selalu memberikan informasi terkait berita-berita hoax yang didapatkan dari Kementerian Kominfo, kemudian kami upload ke medsos milik Dinas Kominfo dan Pemda OKU kalau ada tiap hari ada informasi kami upload kesana untuk mengedukasi masyarakat,” tandasnya
Thorick Sopian





