Klivetvindonesia,com. Pesawaran-Mempersiapkan lahan untuk musim tanam , dan saat musim kering seperti saat ini banyak warga yang memiliki lahan serta petani pemilik lahan membuka lahan dengan cara di bakar untuk memudahkan pengolahan lahan yang mereka kerjakan.
Hal tersebur dapat berpotensi menimbulkan kebakaran yang meluas dan sulit terkendali apalagi jika pada saat pembakaran lahan pada waktu terik matahari dan angin yang cukup kencang dapat berpotensi besar menjadi kebakaran lahan dan hutan, hal tersebut yang di antisipasi Babinsa Desa Negeri Ulangan Jaya Koramil 421-02/Gdt Serma Iwan Hardi pada Selasa (07/11/2023).
Pada saat patroli keliling desa babinsa mendapati adanya pembakaran lahan sehingga meminta Bapak Anwar sebagai pemilik lahan untuk melaksanakan pemadaman di khawatirkan api dapat menjalar kekebun sebelah yang masih semak belukar dan dapat berpotensi meluas dan sulit dikendalika.
Menurut Babinsa yang memberikan himbauan kegiatan pembakaran lahan dapat dilaksanakan dengan cara menumpuk dengan tumpukan kecil dan di bakar secara bertahap tidak sekaligus sehingga dapat terpantau dan diawasi dengan baik dan dapat meminimalisir potensi kebakaran lahan yang tidak terkendali, karena di khawatirkan curah hujan yang turun 2 hari yang lalu belum maksimal untuk membasahi daun kering yang sangat tebal bertumpuk belum lagi banyak arang dari hasil pembakaran dari ranting-ranting kering sehingga walaupun api sudah padam namun arang atau bara api yang masih menyala tetap dapat menyala dan berpotensi menimbulkan api,”ucap Serma Iwan.
Namun berbeda dengan pembakaran yang di tumpuk dan dibakar sedikit demi sedikit arang atau bara api yang dihasilkan pun bertumpuk sehingga mudah disiram dan dimatikan dengan mudah sehingga dampak kebakaran lahan dapat di pastikan kecil kemungkinan akan terjadi.”tutup Babinsa.
Sementara Danramil 421-02/Gdt Kapten Inf Sukandi menyambut baik langkah diteksi dini yang dilakukan Babinsa sehingga dapat meminimalisir terjadinya kebakaran lahan dan hutan,
“karena diketahui akhir – akhir ini memang sudah turun hujan namun intensitas hujan masih sangat rendah sehingga masih tetap ada kerawanan terjadi kebakaran dengan cuaca yang cupuk panas menyengat seperti saat ini, upaya deni ceni memang perlu dilakukan dan persuasif dan humanis kepada masyarakat karena kadang masyarakat lupa atau kurang peduli tentang hal ini sehingga perlu diingatkan dan diarahkan oleh babinsa sebagai aparat kewilayahan sehingga mengurangi dampak negatif yang akan ditimbulkan.”pungkas Danramil.
Didy





