Masih Misteri Kematian Anak 8 Tahun “Diduga Mengalami Kekerasan Fisik Dan Pencabulan

Klivetvindonesia.com Medan – Belum di ketahui penyebab atas kematian Balqis (8 ) thn anak dari Edy Syahputra Lubis alias Yusuf (ayah) dan Devi Andrean (Ibu) Sempat dirawat RS.HAJI Jl. Rumah Sakit H. No.47, Kenangan Baru, Kec. Percut Sei Tuan, Kabupaten Deli Serdang, Sabtu (7/10/23).

 

Balqis adalah anak yang mana kedua orang tua nya mengalami kehancuran dalam rumah tangga, yang saat ini Edy Syahputra Lubis alias Yusuf berada didalam penjara dan Devi Andrean tidak di ketahui keberadaannya.

 

Melihat kondisi Balqis yang tidak terurus Pani Elisa alias Juli salah satu warga yang merawat dan mengasuh Bilqis selama di tinggalkan ibunya dan menjadi ibu asuhnya.

 

Pani yang berprofesi sebagai pedagang keliling juga mengatakan sebelum mengalami kejang-kejang Balqis sempat di ambil oleh keluarga dari ayahnya dan di rawat kurang lebih satu bulan.

 

“Lanjut Pani adanya permintaan dari almarhumah kepada uwaknya kalau dirinya rindu dengan Pani ibu asuhnya pihak keluarga pun mengantar dan mengembalikan Bilqis ke rumah pani.

 

Masih kata Pani saat Balqis di kembalikan Balqis sempat mengalami kesakitan di bagian kepala pinggang dan kelamin nya saat buang air kecil merasa tidak beres pada tubuh si anak pani mencoba untuk bertanya kepada balqis tentang apa yang di alaminya, namun belum sempat bercerita tubuh Balqis mengalami kejang-kejang melihat kondisi balqis kejang-kejang pani memanggil Rani Handayani salah satu warga yang berdekatan dengan Pani langsung membawa Balqis ke rumah sakit, ujarnya.

 

Balqis yang mengalami kejang-kejang sempat di rawat 1 hari di RS.Haji pada hari Rabu 4 Oktober 2023 namun balita tersebut tidak dapat tertolong dan menghembuskan nafasnya pada pukul 10:30 kamis 5 Oktober.

 

Adanya warga dan ibu asuh yang membawa Balqis di RS.Haji sempat kebingungan untuk mengeluarkan Bilqis adanya administrasi yang harus di bayar ke pihak rumah sakit,Sebesar 9 juta.

 

Mendengar keluhan yang di rasakan Balqis warga menduga almarhumah mengalami perlakuan kasar dan diduga adanya pencabulan yang dialaminya melihat apa yang dirasakan dan dikeluhkan almarhumah setelah sampai nya di rumah ibu asuhnya.

 

” Lanjut Pani mengatakan kepada wartawan Balqis sebelum nya sehat wal’afiat dan periang ketika di jemput dari rumah nya, sesampai di rumah anak itu mengeluhkan rasa sakit yang membuat wajahnya pucat serta ketakutan yang dalam melihat kondisinya di rumah sakit saat di kunjungi keluarga dari ayahnya,ujarnya.

 

Masih misteri atas meninggalnya Balqis balita 8 thn tersebut melihat laporan warga dan ibu asuhnya, yang mana saat di rumah sakit, pihak keluarga seperti ada yang di tutupi.

 

Saat pihak keluarga ketika di arahkan relawan untuk melaporkan kepolisian, agar jenazah Balqis dapat di otopsi apakah selama di rawat pihak keluarga dari ayahnya Balqis yang mana mendapatkan kekerasan sehingga trauma dan mengalami kejang-kejang yang berujung dengan kematian namun pihak keluarga terkesan menghindar dan mengatakan sudah menghubungi ayah Balqis yang saat ini lagi menjalani rehabilitasi kalau jenazahnya tidak usah di otopsi.

 

Dalam hal ini menjadi suatu pertanyaan ketika Relawan JPKP dan wartawan meminta keluarga untuk melaporkan kematian Balqis yang tidak wajar namun pihak keluarga menutupi dan menolak untuk melaporkan atas kematian Balqis yang penuh tanda tanya yang mana ibu asuh dan warga menaruh kecurigaan terhadap uwak nya atau kakak dari ayahnya yang sempat mengasuh dan mengambil Balqis darinya.

 

Adapun saat di konfirmasi kembali Edy selaku ayah dari Balita malang tersebut tanggal 7 Oktober pukul 10:15 mengenai kematian anaknya yang penuh misteri, meminta agar pihak relawan dan awak media untuk melaporkan kematian anaknya dan di lakukan otopsi kembali dari pihak kepolisian,”tutupnya.

 

Penulis  :  RezaNasti

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *