Klivetvindonesia. Pontianak, Kalbar – memperingati hari statistik, Badan Pusat Statistik (BPS) Kalimantan Barat menggelar seminar dan rapat koordinasi Rebasing Produk Domestik Regional Bruto (PDRB) Berbasis Chain volume measures (CVM) yang berlangsung di hotel Mercure Pontianak, Rabu (27/9/23).
Hadir dalam kegiatan tersebut PJ. Gubernur Kalbar dr. Horisson, M. Kes, Plt. Kepala BPS provinsi Kalbar Firmansyah SE. MM, sebagai narasumber diantaranya DR.M.Fahmi Dosen universitas Tanjung Pura dan komisaris Jamkrida, Dr. Preatin statistisi ahli Madya BPS provinsi Kalbar, Dr. Windhiarso Direktur Statistik Harga BPS RI, Moderator Darusman,B.Ec.,M.Innov. Entr serta para peserta.
Dr.preatin mengatakan kegiatan besar yang ingin kami sosialisasikan pendataan lengkap UMKM yang dilakukan oleh BPS pada tanggal 15.September – 14.oktober 2023 untuk mendata 8.koperasi UMKM di Kalimantan Barat, mohon dukungan dari masyarakat, pelaku UMKM Serta Dinas dan Opd yang terkait. Penghitungan PDRB yang biasa kita rilis setiap triwulan ada perubahan metode itu harus kami sampaikan kepengguna dan pensuport data agar tidak ada miss informasi dan konsep yang menghasilkan persepsi yang berbeda. Ungkapnya
” Untuk kedepannya kita akan lakukan kolaborasi karena ini masih berjalan di tahun depan perubahan penghitungan PDRB terutama dengan stakeholder yang mensupport data kami jadi nanti menghasilkan data mereka tidak bingung dengan angka yang berbeda dengan metode sebelumnya.” jelas Dr.Preatin
Lebih lanjut “metode berbasis Chain volume measures (CVM) untuk Indonesia pertama kalinya dan akan direncanakan di tahun depan. Untuk metode yang baru angka itu bergerak terus di setiap tahun nya, sehingga perkembangan teknologi sekarang dalam ekonomi tertangkap terus oleh angka pertumbuhan ekonomi, dan tahun dasar lama bisa jadi tidak tertangkap.” ujar Dr.preatin
UMKM ini di seluruh sektor perdagangan, transportasi, pertanian intinya adalah memenuhi kriteria UMKM dan semua sektor, dikalbar sendiri ada sekitar 225.ribu usaha UMKM prelist artinya dari data sebelumnya, kita akan turun lapangan dan cek apakah benar data prelist itu masih ada atau data dilapangan di lokasi tersebut tidak ada data tetapi muncul di UMKM baru akan kita update selain kita cek prelist sebelumnya juga akan menambahkan UMKM yang baru dan UMKM yang sudah mati akan dicoret untuk hasilnya akan lebih update pungkasnya
(Sri novianti)





