Klivetvindonesia.com Medan – M.Syahdika (19) thn, korban lakalantas 11 Juni 2023 tidak berdaya dan terbujur lemah di Ruang Rindu B Lantai II kamar 25 RSUD H.Adam Malik, Sabtu (23/9/23).
M.syahdika korban tabrak lari pada tanggal 16 Juni 2023 mengalami kebocoran dari pinggul sebelah kiri yang menyebabkan mengeluarkan cairan atau nanah setelah usai pasca operasi pada usus nya, tanggal 23 Juli 2023 di RSU.ROYAL PRIMA medan jalan ayahanda kec.medan Petisah Sei putih Tengah.
Dalam hal ini Siska ibu Kandung M.Syahdika sangat terpukul akan kondisi anaknya yang mana selesai dari operasi kondisi Syahdika terus menerus turun hingga di rujuk ke RSUD H.ADAM MALIK.
Siska juga menyampaikan kronologis yang di alami anaknya kepada awak media, bahwa anaknya sempat dirawat RSU Mitra Medika yang berada Jl. Medan – Batang Kuis Dusun XI Emplasmen, Bandar Klippa, Kec. Percut Sei Tuan, Kabupaten Deli Serdang, selama tiga hari “ucapnya.
Masih kata Siska adapun arahan dan rujukan yang di lakukan RSU. Mitra Medika untuk merujuk ke RSU.Mitra sejati di karenakan alat tidak lengkap.
Siska juga mengatakan sesampainya rujukan tersebut ke RSU.Mitra Sejati Jl. Jenderal Besar A.H. Nasution No.7, Pangkalan Masyhur, Kec. Medan Johor, Kota Medan, dilakukan opserpasi selama dua hari melihat kondisi anak sudah melemah dokter melakukan transfusi darah sebanyak satu kantong.
Adapun dokter spesialis mengatakan kepada Siska bahwa anaknya mengalami usus bocor mendengar ucapan dokter kondisi M.Syahdika semakin drop dan don’t atas ucapan dokter kepada ibunya namun dari keterangan dokter tersebut beberapa menit kemudian Siska di panggil oleh perawat bahwa anaknya di diagnosa mengalami usus berlipat, mengingat adanya ketidakpastian penjelasan dari dokter dan perawat yang berbeda-beda Siska merasa takut dan kuatir lalu membawa anaknya pulang.
Siska yang mengalami kebingungan dengan kondisi Syahdika membawa anaknya kembali untuk pertolongan medis di RSU. Haji No.47, Kenangan Baru, Kec. Percut Sei Tuan, Kabupaten Deli Serdang, namun sempat di tolak mengingat kalau BPJS dan Jasa Raharja tidak bisa di klaim dan yang mana manajemen rumah sakit menyarankan untuk rawat umum, mengingat keadaan tidak memiliki apa-apa,siska kembali membawa anaknya pulang”pungkasnya.
Adapun dugaan dalam hal ini pihak RSU.Mitra sejati Mengambil keuntungan dari pasien yang mencoba melakukan pengklaiman BPJS tanpa di ketahui Siska selaku ibu kandung M.Syahdika korban lakalantas.
Melihat kondisi Syahdika yang terus memburuk siska lalu menghubungi kembali pihak Jasa Raharja agar dapat memberi bantuan BPJS lakalantas untuk anaknya, mendapat keluhan tersebut pihak Jasa Raharja mencoba konfirmasi pihak rumah sakit mitra sejati, untuk membuka kembali pengklaiman tersebut dan di rawat ke mitra sejati, namun dokter yang menangani Syahdika merasa kecewa bahwa Siska marah-marah di rumah sakit dan menolak kembali Syahdika.
Adanya situasi yang darurat pihak Jasa Raharja kembali mengarahkan Siska untuk membawa Syahdika ke RSU.Royal Prima yang berlokasi di Jl. Ayahanda No.68A, Sei Putih Tengah, Kec. Medan Petisah, Kota Medan,di bawa ke IGD, dua hari di IGD setelah adanya opserpasi pihak dokter melakukan pasca operasi, mengingat Syahdika sudah mengalami infeksi usus bocor, setelah operasi berhasil M.Syahdika masih berada di ruangan ICU selama 10 hari, lalu di pindahkan ke kamar selama seminggu merasa sudah baikan dari pihak manajemen medis royal prima mengizinkan untuk pulang, seminggu setelah di rumah sebelum melakukan control keluar nanah dari pinggul dekat selang cateter.
Usai dari pasca operasi siska juga menyampaikan kondisi anaknya, yang mengalami pelepuhan bagian pinggul sebelah kiri dan bocor, adanya kebocoran yang di sebabkan pelepuhan siska kembali membawa Syahdika ke royal prima namun pihak dokter yang menangani Syahdika menyatakan bahwa anak ibu datang kemari sudah rusak dan babak belur, ucap siska menirukan ucapan dokter tersebut.
Harapan Siska pihak pemerintah dinas kesehatan dapat memperhatikan kondisi anaknya yang sangat membutuhkan perawatan medis agar dapat sembuh dan bisa beraktivitas kembali

Adapun tanggapan pakar kesehatan yang tidak ingin namanya di cantumkan menyampaikan kepada awak media Melihat kondisi M.syahdika yang saat ini di rawat RSUD H.Adam Malik Jl. Bunga Lau No.17, Kemenangan Tani, Kec. Medan Tuntungan, Kota Medan,usai dari operasi tersebut butuh perawatan yang intensif sehingga Syahdika dapat pulih kembali,”Tegasnya.
Miris akan kondisi dialami M.Syahdika yang sangat prihatinkan Ketua wilayah JPKP Rudi Chauriza Tanjung,angkat suara atas laporan masyarakat yang mendapatkan pelayanan kesehatan dari RSU yang melalaikan Tupoksinya sebagai pengabdi masyarakat yang membutuhkan pertolongan.
Selaku Ketua wilayah JPKP Rudi juga menyayangkan kebijakan pemerintah dengan membiasakan kegunaan BPJS yang di tentukan oleh sistem paket BPJS kesehatan terutama untuk penanganan medis pasien lakalantas yang mana bila melebihi ketentuan dari BPJS Kesehatan, maka si pasien wajib pulang dulu, walau keadaan pasien belum bisa dinyatakan pulang dengan kondisi medisnya.
Ria Br.Sitorus selaku ketua PIC SOSIAL DPW JPKP SUMUT sangat keberatan dengan sistem tersebut untuk apa buat BPJS Kesehatan jika di tentukan oleh sistem sementara perawatan medis masih di butuhkan pasien jika di buat akhirnya tidak dapat membantu warga tidak mampu untuk mendapatkan hak hak nya untuk sehat, “tegasnya.
“Red” Rudi Chauriza Tanjung juga menyampaikan agar pemerintah dapat memberikan solusi terhadap aturan ini dan dapat melakukan peninjauan kembali, atas sistem yang berlaku rakyat miskin menjadi korban jika kondisi ini dan sistem ini di berlakukan terus harga nyawa masyarakat tidak berharga khususnya buat si miskin disebabkan sistem yang berlaku sehingga adanya batasan serta hak-hak masyarakat untuk sehat sebagai peserta jaminan kesehatan pemerintah,sehingga kondisi pasien tersebut yang hadir dari golongan masyarakat miskin merasa sangat di permainkan haknya.
Rezanasti





