Klivetvindonesia.com,Kalbar,Sambas- Terkait isu yang beredar bahwa diduga tidak ada dana terkait kegiatan proyek pemerintah kabupaten Sambas sehingga menjadi tanda tanya pihak yang terkait seperti halnya salah satu direktur perusahaan yang mendapat pekerjaan dari paket kegiatan yang diselenggarakan oleh pemerintah daerah kabupaten Sambas tahun ini.
“Fahrudin H Badran menceritakan kepada media ini,” Setelah kami mengikuti tahapan pengadaan barang dan jasa di Dinas Pendidikan, Dinas Perkim LH dan PUPR di kabupaten Sambas lalu terbitlah SPK dan Penandatangan Kontrak Antara penyedia jasa dan pengguna anggaran, setelah itu diadakan PCM sebelum pekerjaan dimulai, selanjutnya pada salah satu dinas sewaktu PCM seusai Kabid, Kasi dan Konsultan memberikan pemaparan tekhnis pekerjaan, saya pun bertanya pada Kasi mengenai pengajuan uang muka (30%), mengapa saya bertanya demikian karena saya mendengar Bakuda duit nya tidak ada.
Setelah saya mengajukan uang muka 30%,memang benar sampai sekarang satu paket pun tidak ada yang keluar 30%, bahkan ada yang sudah lebih dari satu bulan, yang jadi pertanyaan kemana duit nya?
Kan Seharusnya ada kontrak,berarti duit nya sudah siap, sesuai dengan perjanjian kontrak yang ditandatangani,”katanya.
Lanjutnya lagi,” Kasihan kami kontraktor kecil yang berharap bantuan dari Pemerintah untuk menambah modal kerja dan kami telah mendatangi Bakuda untuk meminta penjelasan tentang hal ini, namun mereka (kasi dan kabid) tidak bisa memberi penjelasan tentang hal ini, mereka lantas mengarahkan dengan menyampaikan, tanya saja kepada Kadis nya kata mereka.
Saya berharap kepada kepala bakuda kabupaten Sambas mengingat situasi yang demikian seharusnya pihak Bakuda dari awal harusnya memberi penjelasan kepada Dinas Dinas bahwa tidak ada uang muka 30% supaya kami tidak melakukan pengajuan nya.
Yang jadi pertanyaan, Ini baru 30%.bagaimana nanti pengajuan 100% ? dan kabarnya lagi pengadaan barang dan jasa akan dibayar bulan Desember, namun saya berharap semoga ini tidak terjadi,”ucapnya.
Sekali lagi saya berharap tolong kami pengusaha kecil wahai Para Pejabat Kabupaten Sambas yang berwenang, karena hal seperti ini baru terjadi di tahun ini ungkap Fahrudin H Badran mengakhiri.
Dikonfirmasi via Whats’up kepala bakeuda kabupaten Sambas belum bisa tersambung untuk dikonfirmasi.
(SSon)





