Babinsa Laksanakan Pendampingan Monitoring Penyakit LSD Pada Ternak Sapi 

Klivetvindonesia.com Pesawaran – Babinsa desa Negeri Ulangan Jaya Koramil 421-02/Gdt Kodim 0421/Lampung Selatan Serma Iwan Hardi melaksanakan pemantauan dan monitoring pada hewan ternak di kandang milik Bapak Amin, Kegiatan ini merupakan tindak lanjut dalam menanggapi laporan warga tentang merebaknya Penyakit Lumpy Skin Disease (LSD) Senin (19/06/2023).

 

LSD atau yang dikenal masyarakat sebagai penyakit lato-lato adalah penyakit kulit infeksius yang disebabkan oleh Lumpy Skin Disease Virus (LSDV), yang merupakan virus bermateri genetik DNA dari genus Capripoxvirus dan famili Poxviridae. Virus ini umumnya menyerang hewan sapi dan kerbau dengan penyebaran nya melalui media gigitan nyamuk dan lalat sapi yang menghisap darah ternak sapi atau kerbau.

 

Menurut keterangan dari Serma Iwan penyakit tersebut sedang merebak pada hewan ternak di beberapa tempat milik peternak yang berada didusun Way Rate desa Negeri ulangan Jaya kecamatan Negeri Katon Kabupaten Pesawaran.

 

Babinsa menyampaikan “Tujuannya laksanakan monitoring yaitu untuk meninjau langsung keadaan sapi yang terserang penyakit tersebut serta memberikan himbauan tentang langkah pencegahan penyakit semakin menyebar agar para peternak sapi dapat memahami dan mengerti dalam menangani penyakit LSD yang sedang merebak dan menjangkiti hewan ternak, serta dapat mengatasi permasalah tersebut secara mandiri” Ungkap Serma Iwan Hardi.

 

Dalam pemantauan tersebut Babinsa menyambangi ternak warga, dari hasil pemantauan yang dilakukan, ternak sapi di kandang milik bapak Amin ada seekor anak sapi (Pedet) yang mati akibat penyakit tersebut, sementara sapi yang lain mengalami gejala yang sama diantaranya nafsu makan menurun dan tidak mau makan, tubuh sapi tumbuh bentol – bentol yang apa pecah berisi cairan nanah dan dapat menimbulkan korengan pada tubuh sapi, jelas Babinsa

 

Menanggapi keluhan warga Serma iwan hardi telah melaksanakan koordinasi dengan pihak Keswan kec.Negeri katon untuk dapat cek dan melaksanakan pemantauan langsung dilapangan serta dengan miminta saran langkah pencegahan atau perawatan terhadap sapi yang terjangkit kepada dokter hewan dinas peternakan Kabupaten Pesawaran.

 

Dijelaskan Babinsa sesuai petunjuk Dari Dokter hewan para peternak harus melaksanakan langkah-langkah antara lain Pemberian jamu kunyit sebagai antibiotik alami, temulawak sebagai penambah nafsu makan dan jamu paitan sebagai penangkal atau mengurangi gigitan nyamuk dan lalat, Segera hub drh/petugas bila ada kasus, mengurangi populasi nyamuk/lalat penghisap darah dengan pengasapan dan pembersihan di sekitar kandang, namun langkah ini akan kurang efektif bila interaksi sapi tinggi dengan pemeliharaan sistem angon atau di umbar, kemudian para peternak di himbau tidak terlalu panik sebab tingkat kematian sangat rendah pada ternak sapi dewasa namun harus lebih ekstra untuk ternak pedet atau masih anakan sebab daya tahan tubuh ternak masih sangat rendah,” tutup Babinsa.

 

Didy

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *