
KABIRO MAKASSAR :
-YUSRAN D,NGERANK
–klivetvindonesia.com– Tragis sikap pencuri Hand Phone (HP) bukan menyerah, ketika kedapatan mencuri tapi malahan justru melawan ketika ditanya baik – baik oleh penghuni mest tentang barang hasil curiannya.

Begitu ujar saksi mata yang melihat dan mendengar terjadinya peristiwa tersebut yang terjadi pada Minggu 5 Februari 2023, sekitar pukul 01.30 Wita yang bertempat di Jl.Wijaya Kusuma depan Poltekes Banta Bantaeng, keCamatan Rappocini Makassar Sulawesi Selatan. Dimana telah terjadi kasus pencurian dengan kekerasan dan telah terjadi kekerasan secara bersama yang mengakibatkan matinya seseorang.
Keterkaitan dengan peristiwa tersebut personil Polsek Rappocini begitu sigap di bawa pimpinan AKP Muhammad Yusuf S.Sos menyusul mendapat informasi dari warga bahwa ada terjadi kekerasan bersama . Personil Rappocini tiba di Tempat Kejadian Peristiwa (TKP) yakni pukul 01.40 Wita , kemudian segera bawa pelaku pencuri Hp ke Rumah Sakit Faisal guna mendapatkan perawatan.
Keterangan dari sejumlah saksi yang mendengar dan melihat terjadinya peristiwa tersebut sebagai berikut : Saksi satu , (Ar) menjelaskan bahwa pada saat kejadian dia, mendengar ada suara sepeda motor berhenti didepan mest tempat terjadinya peristiwa ( TKP) , saat itu dia berada dalam kamar mest , selanjutnya saksi satu ini mendengar bunyi kaki seperti ada orang yang melintas di tangga yang menuju kelantai dua, mest rumah tersebut. Tidak lama saksi satu ini keluar dari kamar dan kemudian mengunci pagar rumah itu agar seseorang yang dicurigai tak dapat melarikan diri .
Tidak lama kemudian secara spontan saksi satu ini membangunkan teman – temannya yaitu AAs , Hr dan Rm dan mengatakan ada seseorang yang naik kelantai dua. Usai ia menyampaikan hal tersebut ia melihat seseorang yang mencurigakan turun dari lantai dua, dengan membawa tas yang berisi satu buah dompet, satu unit Hand Phone dan Helem.
Melihat hal tersebut saksi satu, yakni Ar menegur pelaku dengan baik dan menanyakan apa yang kamu cari . Mendengar hal tersebut pelaku ( korban ) langsung keluarkan sebilah badik dari pinggang sebelah kiri dan kemudian menyerang saksi satu. Namun , saksi ini dapat menghindar , tidak puas pelaku menyerang Hr dan mengenai jidat sebelah kanan , tangan kanan , perut dan dada . Kemudian pelaku menusuk AAs di bagian perut , melihat keadaan yang terdesak, AAs secara spontan untuk membela diri yakni menyerang balik pelaku dengan menggunakan Skop dan mengenai bagian anggota badan pelaku sebanyak satu kali .
Melihat hal yang demikian, teman – teman dari saksi satu tersebut ikut memukul karena pelaku begitu beringas terhadap temannya. Menyusul pelaku sudah terluka dan tak berdaya akibat banyaknya darah yang keluar . Saksi satu dan teman – temannya membiarkan pelaku keluar dari mest rumah tersebut. Dan pelaku masih sempat membawa motornya pergi dari tempat terjadinya peristiwa ( TKP)
Saksi dua , AAs menjelaskan bahwa pada saat kejadian dirinya di bangunkan oleh Ar dan menyampaikan ada seseorang yang mencurigakan sebagai pencuri naik kelantai dua , dan setelah turun langsung menyerang saksi dua dan menggunakan sebilah badik dibagian perut.
Lalu saksi dua, memegang tangan pelaku dan langsung mengambil badik pelaku dan menyerang balik pelaku menggunakan badik milik pelaku di bagian badan pelaku sebanyak tiga kali .
Sementara saksi tiga, Hr menyampaikan bahwa korban setelah turun dari lantai dua, menyerang Ar , namun ,Ar dapat menghindar , kemudian pelaku (korban ) menyerang saksi 3 menggunakan sebilah badik dan mengenai jidat dan badan saksi tiga.
Saksi empat Hr menjelaskan bahwa pada saat kejadian tersebut dirinya sementara tertidur di kamar lantai dua dan tiba – tiba mendengar suara ribut dari lantai satu dan kemudian dia turun.
Pada saat tiba dilantai satu , dia melihat tubuh Hr bersimbah darah dan kemudian melihat pelaku melarikan diri dengan sepeda motor .
Pada pukul 02 : 00 Kapolsek Rappocini tiba di Rumah Sakit Faisal guna melihat perkembang kondisi korban / pelaku tersebut.
Sekitar pukul 02: 33 Wita pelaku / korban SHB menghembuskan napas terakhirnya di Rumah Sakit Faisal Makassar .
Pelaku meninggal akibat syok Hipovolemik (kekurangan darah ) akibat luka terbuka dibagian tangan , dada dan pinggang.
Akibat dari kekerasan secara bersama maka dalam proses penyelidik dan penyidikan maka perlu diamankan Ar, AAs dan barang bukti yang diamankan sebagai berikut :
1. Sebilah Sajam jenis Badik
2. Satu buah Skop
3. Satu buah batang besi
4. Satu Unit Hand Phone ( HP)
5. Satu buah tas warna hitam dan dompet.
Tim Investigasi :Ikbal





