Klivetvindonesia.com, SURABAYA -Bertempat di atrium City of Tomorow, pada hari Sabtu (10/12/2022) komunitas Busana Nasional turut serta memperingati hari disable internasional yang jatuh tiap tanggal 3 Desember.
Menurut ketua KBN, Lokeswara Setyo, saat ini masih banyak masyarakat yang belum sadar akan adanya hari disabel internasional sehingga masih sedikit pula masyarakat yang memperingatinya.
“Padahal mereka ada diantara kita. Mereka sebetulnya orang-orang yang diistimewakan oleh Tuhan sehingga harus selalu kita dukung. Jangan sampai mereka mendapat perlakuan yang tidak semestinya dari kita, ” papar Koko, sapaan akrabnya.
Selain untuk memperingati hari disable internasinonal, lanjut Koko, acara tersebut juga digelar untuk lebih mengenalkan komunitas Busana Nasional yang bercita-cita luhur melestarikan aneka ragam busana daerah khususnya batik agar tak hilang dari khasanah nusantara.
“Kami bersyukur bahwa batik mulai mendapat tempat dihati internasional. Unesco juga telah mengapresiasi Batik Indonesia,” imbuhnya.
Yang menarik, dalam acara tersebut, salah satu difable yang tampil adalah Abdiel Ahnaf Yusuf Alawi. Warga tambang boyo ini baru sekolah kelas 3 di SLB BC Optinal Kenjeran.
Menarik lantaran Abdiel adalah difable tuna rungu sejak lahir. Namun demikian, dirinya mampu menari remo dengan rancak mengikuti irama musik. Lho kok bisa ? Ya ternyata Abdiel menari sambil dipandu dengan kode kode tertentu dari pelatihnya yang berada di depan panggung.
“Abdiel baru belajar menari sejak kelas 2 SD namun dia sangat cepat dalam menangkap instruksi untuk menari,” papar pelatihnya.
Selain Abdiel, dalam kesempatan tersebut juga tampil berbagai pertunjukkan oleh anak-anak difabel dalam beragam bentuk mulai tari tradisonal hingga solo drum. (MJ)





