Deteksi Dini Dan Cegah Dini, Babinsa Sambangi SMKN 1 Gedong Tataan

Klivetvindonesia,com. Pesawara – Antisipasi dan melaksanakan langkah pencegahan itulah yang dilakukan Pelda Sumardi Babinsa desa wiyono ramil 421-02/Gdt bersama bhabinkamtibmas Aipda Andi Yekti dengan menyambangi SMKN 1 Gedong Tataan yang berlokasi di desa Wiyono Kec. Gedong Tataan Selasa (22/11/2022).

Menurut Pelda sumardi ia mendapatkan laporan bahwa kemarin sore siswa SMKN 1 Gedong Tataan kabupten Pesawaran yang berlokasi di desa wiyono akan melakukan tawuran pelajar dengan SMK Gading Rejo Kabupaten Pringsewu, hal tersebut dipicu oleh permasalahan saling ejek antara suporter pada saat menonton pertandingan volly di desa Kebagusan Kecamatan Gedong Tataan, dimana suporter tersebut ada yang berasal dari SMKN 1 Gedong Tataan dan ada yang berasal dari SMK Gading Rejo, mungkin ada kata-kata yang diucapkan sehingga menyinggung salah satu pihak, beralasan hal tersebut pada tanggal 21 November 2022 kemarin Siang, siswa dari SMKN1 gedong tataan bermaksud mendatangi SMK gading rejo namun hal tersebut di gagalkan warga dan sudah di damaikan oleh aparat TNI Polri setempat,
Mendapat informasi tersebut “saya langsung berkoordinasi dengan Bhabinkamtibmas untuk menyambangi ke SMKN 1, sekaligus bertemu dengan siswa dan dewan guru untuk bersilaturahmi dan memberikan himbauan kepada para siswa”,ucap Pelda Sumardi.

Pelda sumardi menceritakan tentang apa saja yang menjadi himbauan serta penekanan kepada para siswa dengan menjelaskan bahwa tawuran antar pelajar hampir terjadi di setiap daerah di Indonesia. Aksi tawuran termasuk dalam kenakalan remaja yang disebabkan oleh perilaku menyimpang baik karena faktor internal maupun eksternal. Faktor internal terdiri dari krisis identitas dimana para pelajar sedang mencari jati dirinya pada usia remaja tersebut. Selain itu, dapat juga disebabkan karena kurangnya kontrol diri, terutama dalam menjaga stabilitas emosi. Faktor internal juga terjadi karena ketidakmampuan dalam menyesuaikan diri dengan lingkungan dimana terjadi banyak perubahan pada usia remaja.

Sedangkan untuk faktor eksternal dapat terjadi karena kurangnya pengawasan dari orang tua, pengaruh pergaulan dengan teman sebaya maupun masyarakat tempat tinggal, ataupun pengaruh dari media sosial. Orang tua dan guru memiliki peran penting untuk mengawasi dan menjaga anaknya agar tidak terjerumus dalam pergaulan yang menyimpang, untuk dilingkungan sekolah pemantauan pada anak – anak otomatis menjadi tanggungjawab guru, selanjutnya tekanan dari teman sebaya maupun masyarakat juga berpotensi menyebabkan perilaku menyimpang yang berujung tindak kekerasan tawuran. Media sosial juga menjadi faktor yang dapat memicu adanya tindak kekerasan atau kenakalan remaja.

Untuk itu agar seluruh siswa dapat berfikir secara jernih dalam setiap menyelesaikan masalah, buka diri dalam artian siswa harus berani bercerita kepada guru atau orang tua jika ada permasalahan yang tidak dapat di selesaikan karena semua masalah pasti ada jalan keluar nya tidak harus di selesaikan dengan cara kekerasan apalagi sampai terjadi tawuran antar pelajar , hal ini dapat merugikan kedua pihak yang bertikai bahkan dapat merambat ke pihak yang tidak tahu apa permasalahan, bisa terjadi korban jiwa bahkan kerugian materiil akibat dari tawuran tersebut,”jelas Pelda Sumardi.

Dilain pihak Kepala sekolah SMKN 1 Gedong Tataan Ibu Dwi Artini ,S.E, M.Pd Menyampaikan ucapan terimakasih atas kepedulian Babinsa dan Bhabinkamtibmas desa Wiyono dalam mencegah dengan langkah perfentif dan melaksanakan pendekatan dengan siswa dan melaksanakan komunnikasi dua arah dan berdiskusi dalam meredam permasalahan yang menjadi penyebab akan terjadinya tawuran,”tutup ibu Dwi.

Didy

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *