Klivetvindonesia,com. Pesawaran – Perlindungan Anak Terpadu Berbasis Masyarakat (PATBM) adalah sebuah gerakan dari jaringan atau kelompok warga pada tingkat masyarakat yang bekerja secara terkoordinasi untuk mencapai tujuan perlindungan anak. PATBM merupakan inisiatif masyarakat sebagai ujung tombak untuk melakukan upaya-upaya pencegahan dengan membangun kesadaran masyarakat agar terjadi perubahan pemahaman, sikap dan perilaku yang memberikan perlindungan kepada anak.
Berkaitan dengan hal tersebut hari ini Rabu 19 Oktober 2022, bertempat di balai desa Wiyono dilaksanakan rapat dalam rangka pembuatan Perdes yang berkaitan dengan PATBM sebagai dasar bertindak dan apa saja yang akan diperbuat.
Hadir pada kegiatan tersebut Kades Wiyono Bapak M. Toha, Ketua BPD Bapak Muklis, Narasumber (STC) ibu Novi, ketua PATBM desa Wiyono Ibu Endang, Babinsa Wiyono Pelda Sumardi, Bhabinkamtibmas Aipda Andi yekti, para Kadus dan para pendamping PATBM tk Dusun desa Wiyono.
Menurut Pelda Sumardi Babinsa desa Wiyono Ramil 421-02/Gdt Tujuan dibentuknya PATBM antara lain yaitu Mencegah Kekerasan Terhadap Anak termasuk segala tindakan yang dilakukan untuk mencegah kekerasan terhadaap anak di antaranya : pertama memberikan informasi, sosialisasi dan pendidikan tentang norma sosial dan praktik budaya yang menerima, membenarkan dan mengabaikan kekerasan; kedua membangun sistim pada tingkat komunitas dan keluarga untuk pengasuhan yang mendukung relasi yang aman untuk mencegah kekerasan (peer to peer approach); ketiga meningkatkan ketrampilan hidup dan ketahanan diri anak dalam mencegah kekerasan,”Pungkas Pelda Sumardi.
Pada sambutannya narasumber STC (Save The Children) ibu Novi untuk Menanggapi kekerasan yang mengacu pada langkah-langkah yang dilakukan untuk mengidentifikasi, menolong, dan melindungi anak-anak yang menjadi korban kekerasan termasuk akses terhadap keadilan bagi korban dan pelaku anak. Upaya ini dilakukan dengan melalui jejaring (termasuk advokasi) dengan layanan pendukung yang terjangkau dan berkualitas untuk korban, pelaku dan anak dalam resiko”, Ungkap Novi.
Rls





