Klivetvindonesia.com,Sambas-Program READSI merupakan salah satu program Badan Penyuluhan dan Pengembangan SDM Pertanian yang mendukung terwujudnya visi pembangunan pertanian yaitu tercapainya kedaulatan pangan dan meningkatnya kesejahteraan petani.
namun sangat di sayangkan Progam Readsi di kabupaten Sambas Di duga belum Efektif kepada kelompok Tani penerima Manfaat,pasal nya program tersebut masih banyak kendala di lapangan,Di duga ada nya penyimpangan dan tidak menjalankan Rencana Tahunan untuk penggunaan Dana Hibah.
Saat dikonfirmasi Mubarak dikantornya selaku Kabid penyuluhan didinas pertanian kabupaten Sambas beliau mengatakan “Jadi untuk program Readsi di Kabupaten Sambas ada 3 kecamatan 20 Desa 140 kelompok,saya orang ketiga untuk program READSI saya masuk tahun 2021, untuk kendala nya Banyak,kendala lapangan,kendala anggaran ini kan hibah arti nya kita dulu yang belanja kita distribusi kan SPJ baru tagih ke pusat dan program ini dimulai dari tahun 2019 sampai 2023, dan pengadaan kendaraan hanya di tahun pertama untuk menunjang kegiatan tersebut,”Katanya.

Script keterangan kepala Desa Teluk kembang:
“Bantuan Baru Saprodi, Alsintan dan insfratruktur belum jalan masih,
Harapan saya kedepannya program READSI ini harus betul-betul menyentuh kebutuhan petani dalam bentuk usulan dan bantuan tersebut harus punya kwalitas yang bisa di handal oleh Petani,baik itu bentuk apapun tidak asal-asalan.
Bagi petani yang belum masuk Progam Readsi supaya kedepannya bisa di ikut sertakan.
Harapan saya untuk Dinas paling tidak selama program masuk di desa untuk supaya bisa bertatap muka dengan para petani tidak cukup menghandal kan PPL, pendamping Jak”ucap kades.
Turyadi Dewan Pembina Lembaga Peduli Rakyat Indonesia (LPRI) kabupaten Sambas juga angkat bicara terkait hal ini,”Perlu untuk di ketahui Program READSI merupakan program yang bertujuan menurunkan tingkat kemiskinan petani melalui kegiatan pemberdayaan dan pemanfaatan sumberdaya pedesaan yang meliputi pembangunan pertanian, perbaikan gizi dan kesehatan masyarakat serta pengembangan keuangan mikro pedesaan guna meningkatkan pendapatan di sektor pertanian secara berkelanjutan dan program dari pemerintah itu semoga tepat sasaran dan tujuannya dan kami akan mengirimkan surat kepada pihak terkait supaya program ini untuk diaudit,”tutupnya.(Bersambung…)
(Tim/Sudarsono)





