SULSEL_KLTV INDONESIA
-IQBAL dg Nakku :KORLIP.
–klivetvindonesia.com— Menyikapi permasalahan tingginya angka stunting di Kab. Jeneponto Dandim 1425 Jeneponto Letkol Inf Agus Tanra, S.Ag. saat di temui d ruang kerjanya Jum’at,30/9/2022 mengatakan kepada media bahwa “Penyebab utama stunting adalah malnutrisi dalam jangka panjang (kronis). Kekurangan asupan gizi ini bisa terjadi sejak bayi masih di dalam kandungan karena ibu tidak mencukupi kebutuhan nutrisi selama kehamilan”.
Kab. Jeneponto merupakan kabupaten yang kasus stuntingnya tinggi di sulsel. oleh sebab itu kita harus bahu membahu untuk dapat mencegah terjadinya stunting bagi anak-anak kita, oleh karena itu saya sebagai Dandim 1425 Jeneponto akan bekerja sama dan bersinergi dengan pemerintah Kab. Jeneponto melalui dinas terkait terutama Dinas BKKBN dan Dinas Kesehatan, serta Tim Percepatan Penurunan Stunting (TPPS) Kab. Jeneponto, para kepala Puskesmas serta stakeholder yang lainnya.
lebih lanjut, Dandim 1425 Jeneponto berencana akan mendirikan Posko-Posko penanganan Pencegahan Stunting untuk upaya pencegahan dan mengurangi angka stunting di Kab. Jeneponto.
selain itu Dandim 1425 Jeneponto memberikan lima pesan untuk cegah stunting di Kab. Jeneponto “Bagi ibu hamil dan menyusui perbanyak konsumsi sayur terutama kelor. Mencegah pernikahan dini, rutin memeriksakan kehamilan ke petugas kesehatan, pemberian ASI Ekslusif untuk Bayi usia 0-6 bulan, dan menimbang anak usia 0-5 tahun setiap bulan di posyandu. Tutupnya.





