Raja Turikale Ke-VIII Brigjen Pol (P) Dr, H. A. A Mapparessa, M. M.,M.Si Berharap Agar Kita Bersama Sama Berjuang Dalam Bidang Ketahanan Budaya

klivetvindonesia.com Pontianak – Dalam Rangka Silaturrahmi Turut hadir Yang Mulia Sultan Tayan Gusti Yusri beserta Permaisuri dan Utusan Dari Kraton Sambas Abdi.

Dengan tema Silaturrahmi antar Kraton Senusantara,
Yang di laksanakan di Kabupaten Sanggau,

Tanggal 12 Agustus 2022 (Hari Senin di Kantor DPW FBN-RI KALBAR) jln KH. Wahid Hasyim No. 217 Kel. Tengah. Kec. Pontianak Kota. KalBar.

Raja Turikale Ke VIII Maros Sulawesi Selatan Brigadir Jenderal Polisi Purnawirawan Dr, Ahmad Abdusfadesa MM,M,Si Yang juga selaku Ketua Forum Silaturahmi Keraton Nusantara saat di wawancarai awak media ini mengatakan”,

Kami dari Forum Silaturahmi Keraton Nusantara yang anggotanya terdiri dari Para Raja dan Sultan pewaris, penerus kesultanan seluruh Nusantara yang tergabung di dalam forum kita ini’.

“Kita sengaja berkunjung ke kantor DPW Forum Bela Negara karena kami semuanya sama-sama memperjuangkan bagaimana agar bangsa ini tetap utuh solid dan tidak mudah di profokasi oleh pihak-pihak yang memang tidak menghendaki bangsa kita ini menjadi bangsa yang bersatu, bangsa yang hidup rukun”.

“Kemudian kita juga sama sama bergerak di bidang ketahanan Nasional khusus nya ketahanan budaya dan kita tahu bahwa bangsa kita ini memerlukan figur yang memang bisa didengar dilihat dan di contoh sebagai figur yang betul-betul bisa mempersatukan warga masyarakat bangsa”,

Serta juga bisa memberikan solusi yang terbaik setiap permasalahan yang dihadapi oleh masyarakat kita, agar jangan sampai warga dan keluarga kita mudah di profokasi apalagi pada saat ini kita menghadapi tahun politik tahun depan maupun tahun 2024″, tuturnya

” Jadi kita harus bergandengan tangan dengan saudara kita di Kalimantan Barat ini, bagaimana kita berupaya semaksimal mungkin, kita yakin dan kita harus kompak karena apa ” Nilai yang paling esensial di bangsa kita ini adalah persatuan karena kita ini merupakan keluarga besar di Nusantara ini,

“Jadi tidak ada yang merasa lebih hebat satu dengan yang lain dan inilah yang kita pelihara dan kita juga bersepakat untuk bagaimana supaya kearifan-kearifan lokal ini tetap dihargai serta tradisi-tradisi yang ada tetap kita laksanakan,

Namun kita juga harus taat hukum sehingga apa yang menjadi program pemerintah didalam ketahanan Nasional, ketahanan budaya, ekonomi pangan dan lain sebagainya itu bisa kita ikut membantu pemerintah”, ungkapnya

Reporter: Irfan Tiago Usman

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *