Warga Pangkalan Mansyur Protes “Dunia Olahraga Persepakbolaan Lapangan Sejati di Permainkan Kadispora Medan

Klivetvindonesia.com Medan – Menindak lanjuti keluhan masyarakat pangkalan mansyur atas sikap Pulungan Harahap mantan camat  menjabat Kadispora medan telah merampas hak kami dan melegalitas kan lapangan bola sejati pratama di jalan AH.Nasution kec. Medan Johor Kel.pangkalan mansyur kota Medan yang mana di ambil alih oleh pemko Medan,Minggu 28/8/22.

 

” Dikutip dari keterangan warga yang mana anak nya juga menjadi salah satu siswa sekolah bola SSP lapangan sejati telah berpretasi dan berhasilan maju ke bursa transfer pemain bola kaki di club ternama Persita Tangerang  dan menjadi kebanggaan warga pangkalan mansyur  zulfhari azis anak dari Nur Amalina ungkap nya kepada awak media, Nur Amalia juga mengatakan kalau sarana umum ini banyak kegiatan olahraga juga yang di adakan pengurus SSP bukan hanya sekedar dunia persepakbolaan saja yang di adakan disini semua jenis olahraga ada di lapangan sejati, kami selaku warga juga bangga putra putri kami memiliki kegiatan positif yang mana saat ini dunia narkoba sangat meresahkan masyarakat dan sangat berpengaruh sekali untuk anak-anak kami dengan adanya lapangan sejati ini kami bisa mendidik bentuk moral anak-anak kami dengan mendidik di luar dunia pendidikan sekolah ke nya kedunia olahraga yang mana dunia olahraga khususnya sepak bola kaki pungkasnya.

 

Bang well salah satu pengurus sekolah SSP lapangan sejati pangkalan mansyur juga menyampaikan setiap bangunan yang ada di lapangan sejati ini semuanya adalah swadaya atau sumber dana dari warga dan tidak ada sepeserpun pihak pemerintahan yang memberikan bantuan dalam hal apapun ucap nya.

 

Masih bang well mengatakan kalau kami bisa menciptakan atlet-atlet berprestasi di dunia persepakbolaan yang mana kami melihat putra putri kami yang berlatih di lapangan sejati ini memiliki prestasi yang baik di dunia olahraga terutama persepakbolaan pangkalan mansyur, kenapa pemerintah masih juga berpihak kepada yang beruang sehingga lapangan sejati ini harus di ganggu, sementara kami selama 30 tahun sebagai pengurus lapangan sejati Pulungan Harahap tidak pernah bersosialisasi dengan kami mengenai perjuangan orang tua kami terdahulu untuk bisa menciptakan lapangan sejati dan membangun putra putri di pangkalan mansyur untuk menjadi atlet profesional di dunia olahraga pungkasnya.

Sunyoto selaku koordinator kepengurusan lapangan sejati juga merasa kecewa sekali kepada pemerintahan kota medan teruntuk walikota Medan Bobby Nasution seharusnya mereka membantu dan meringankan kami agar lapangan sejati ini jauh lebih baik bukan merampas hak kami yang sudah kami buat dan yang kami bentuk menjadi sarana tempat olahraga sepak bola dan melahirkan bibit atlet pesepakbola yang baik, dimana letak hati nurani pemerintahan apa tidak prihatin terhadap anak-anak yang optimis memiliki jiwa olahraga dan bisa mengharumkan bangsa tegasnya.

 

Martuah pane yang dulu pernah menjabat menjadi salah satu ketua kepengurusan sekolah bola di lapangan sejati mempertegas kan kalau Kadispora mantan camat Medan Johor tidak memiliki jiwa olahraga maka nya hati nuraninya mati akan keserakahan nya, dia tidak tau kalau putra putri pangkalan mansyur sampai detik ini masih mengharumkan kec.medan Johor yang mana salah satu atlet didik kan kami berhasil berkiprah di dunia sepakbola dan menjadi salah satu Timnas U-19 apa dia tidak bangga atas prestasi yang kami berikan ungkap nya.

Sangat di sayangkan kata martuah pane jika Bobby tidak melihat dengan baik kalau dari lapangan sejati telah berhasil melahirkan bibit atlet olahraga dunia persepakbolaan yang dapat mengharumkan bangsa, saya berharap hal ini dapat di ketahui oleh PSSI agar keadilan terhadap kami dan lapangan sejati yang kami urus selama puluhan tahun ini menjadi milik kami warga pangkalan Mansyur tutup nya.

 

 

Penulis     :    Reza Nasti

Editor       :     Didy

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *