Belajar Dari Matahari Dan Tanah Tentang Kejujuran

SULSEL_KLTV INDONESIA
-FRANS KATO

Belajar Dari Matahari Dan Tanah
Tentang Kejujuran

klivetvindonesia.com Sebuah ilustrasi memecah kesunyian ,ketika sala satu peserta diskusi bertanya pada seniornya . “Siapa yang paling jujur” di muka bumi ini ? Ada yang menjawab tidak ada !

Kemudian ada peserta yang bertanya ! Siapa yang paling Adil ? Ada yang menjawab tidak ada ! Dan ada yang menjawab ada tapi mendekati keadilan ? Kemudian ada yang bertanya ! Siapa yang tidak jujur ? Ada yang menjawab para koruptor yang melakukan Korupsi ! Ada yang menjawab bukan hanya mereka tapi masih banyak yang melakukan hal tersebut tapi belum ketangkapan. Ini menandakan tak jera – jera orang berkecukupan masih melakukan perbuatan yang tidak jujur tersebut.

Bacaan Lainnya

Dari ilustrasi yang dikemukakan tersebut hanya mau menggambarkan bahwa dinamika kehidupan manusia di masyarakat kadangkala kita ber jumpa dengan perbuatan sejumlah manusia yang Jujur, Tidak Jujur, Adil dan Tidak Adil, serakah dan tidak serakah dan lain sebagainya. Keterkaitan dengan hal tersebut saya katakan bahwa dimuka bumi ini yang Jujur hanya ada dua yaitu Tanah dan Matahari sedangkan yang lain mendekati kejujuran .

Tanah , tanam Jagung tumbuh Jagung bukan tumbuh Pisang atau mangga,hal ini menandakan bahwa tanah itu benar jujur dan tidak bisa direkayasa seperti perbuatan sebagian manusia. Matahari, terbit jam enam pagi terbenam jam enam sore . Artinya matahari itu jujur dan disiplin dengan waktu .Coba perhatikan ,apa benar yang saya katakan . Jadi Matahari dan Tanah memang benar Jujur dia berbeda dengan sebagian sikap manusia yang tidak setia antara perkataan dan perbuatan pagi kata tahu , sore kata tempe, selalu berubah – ubah dan suka merekayasa dengan keadaan.

Yang berikutnya tentang keadilan . Adil itu jarang kita jumpa karena adil itu mahal yang sama seperti jujur yang menjadi langkah kita jumpa di masyarakat . Yang sering kita jumpa hanya mendekati keadilan . Oleh karena itu saya mau menyampaikan bahwa adil yang seperti matahari tidak ada ! Dimana matahari tidak membedakan antara yang kaya dan miskin atau yang jahat dan yang tidak baik atau yang alim dan bukan alim, semuanya ia samaratakan dimana ia memberikan cahayanya kepada makhluk hidup dimuka bumi. Hal ini menandakan bahwa matahari itu adil dan tidak sama seperti sikap dan perbuatan manusia bicaranya tentang keadilan tapi hanya sebagian yang mendekati keadilan sedangkan yang lain masih jauh dari keadilan .

Dari uraian yang disampaikan tadi dapat kita simpul bahwa belum semua kita berani bersikap jujur. Dari hal yang disampaikan tersebut ada hal yang mungkin kita tidak sependapat terhadap sikap orang – orang yang serakah. Namun saya tidak mengajarkan untuk orang tidak jujur tapi pada kenyataan saya dapat beranalogi tidak ada orang melintas sungai kakinya tidak basa, dan tidak ada tikus jatuh dilumbung beras tidak makan beras. Oleh karena itu, kita tidak perlu meniru dengan perilaku yang tidak jujur dan tidak adil tapi mari kita coba bersikap jujur dan Adil mulai dari hal- hal yang kecil maka kita juga akan setia dengan hal yang besar untuk selalu bersikap jujur. ( Frans kato)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *