P.siantar,//Klivetvindonesia.com –
Wali Kota Pematangsiantar dr Susanti Dewayani SpA mengajak untuk mensukseskan Program Bank Sampah. Disampaikannya ketika menghadiri acara Kampanye Sampah Menjadi Ibadah (SAJI) Peduli Lingkungan dan Pemberian Makanan Tambahan (PMT) untuk Balita di Kantor Lurah Bantan, Jalan Seram Bawah Pematangsiantar, Rabu (24/8/2022) sekitar pukul 11.00 WIB.

Lurah Bantan Azis Saputra dalam sambutannya mengucapkan terima kasih kepada PT Pertamina telah membantu untuk kesekian kalinya memberikan CSR berupa Bank Sampah sudah dirintis sejak tahun 2019.
Saya (Azis Sahputra-red) mengucapkan terima kasih kepada Bapak Dedi sebagai Kadis Lingkungan Hidup yang membantu memfasilitasi, menjemput, dan menjembatani kami dengan Pertamina sehingga Bank Sampah kami bisa beroperasional. Juga berterima kasih kepada Camat Siantar Barat karena memberi keleluasaan kepada kami untuk bergerak dan membantu masyarakat lewat Bank Sampah ini, katanya.
Diterangkan azis, Bank Sampah kali pertama berdasarkan usulan seorang warga, Sunarto.

Saat itu saya baru jadi lurah. Dengan penuh keyakinan kepada Allah karena ini baik, kita buat. Alhamdulillah, walaupun tanah masih minjam dari keluarga, dan bangunannya sumbangsih warga dan berkolaborasi dengan para ibu BKMT, kami bergerak. Mungkin banyak hambatan terjadi terutama di masa pandemi Covid-19. Tapi berkat doa dari warga Bank Sampah bisa sampai ke titik ini. Semoga Bank Sampah lebih maju lagi, bukan hanya mengelola sampah anorganik, kami harap bisa ke organik juga, terangnya.
Sementara itu, Wali Kota Pematang siantar dr Susanti menyampaikan apresiasi dan mengucapkan terima kasih atas terselenggaranya kegiatan Kampanye SAJI Peduli Lingkungan dan PMT untuk Balita.
Dipaparkan, pertumbuhan dan perubahan pola konsumsi masyarakat menimbulkan pertambahan volume, jenis, dan karakteristik sampah semakin beragam. Paradigma pengelolaan sampah bertumpu pada pendekatan akhir, sudah saatnya ditinggalkan dan diganti dengan paradigma baru pengelolaannya. Paradigma baru, memandang sampah sebagai sumber daya yang memiliki nilai ekonomis dan dapat dimanfaatkan.
Selama ini sebagian besar masyarakat masih menganggap sampah sebagai barang tidak berguna dan bukan sebagai sumber daya yang bisa dimanfaatkan. Bank Sampah merupakan strategi dalam mengembangkan dan membangun kepedulian masyarakat agar peduli dengan sampah. Diharapkan dengan adanya Bank Sampah ini nantinya akan mempunyai banyak nasabah, seperti bank-bank pada umumnya. serta dapat menyadarkan masyarakat arti pentingnya menjaga kebersihan dan peduli lingkungan, sebutnya.
Diharapkan keberadaan Bank Sampah bisa menyadarkan masyarakat akan lingkungan yang sehat, rapi, dan bersih.
Perlu kami sampaikan, kegiatan ini sejalan dengan program Pemerintah Kota Pematangsiantar, yakni LISA (Lihat Sampah Ambil) dan masukkan ke Bank Sampah. kepada masyarakat, khususnya di Kelurahan Bantan Kecamatan Siantar Barat ini, mari kita bersama mensukses kan program. Semoga bisa menjadi contoh bagi kelurahan lainnya di Kota Pematangsiantar, sehingga nantinya seluruh kelurahan di Kota Pematang siantar memiliki Bank Sampah, ajaknya.
Wali Kota Susanti menyambut baik kegiatan PMT bagi balita. Sebab kegiatan tersebut bertujuan meningkatkan gizi para balita dan mencegah serta menurunkan angka stunting di Kota Pematangsiantar.
Adapun gambaran stunting di Kota Siantar kini di angka 15 persen. Angka tersebut harus bisa kita turunkan menjadi 14 persen. Upaya penurunan angka stunting ini tidak hanya merupakan tugas pemerintah, melainkan juga menjadi tanggung jawab masyarakat, khususnya orang tua, ungkapnya.
Makanan bergizi, lanjutnya, tidak harus mahal, terpenting nilai gizi terkandung di dalam makanan tersebut. Bagaimana mengolah bahan makanan menjadi menu beragam sehingga para anak tidak bosan. Stunting, juga terkait dengan perencanaan jumlah anak dan usia menikah. karena undang-undang perkawinan, harus berusia minimal 19 tahun dan siap secara finans
(S.STORUS)





