Klivetvindonesia.com,Sambas- Bahan Bakar Minyak belum bisa dapat diatasi terkait sulitnya mencukupi kebutuhan, terutama para sopir yang keseharian nya mencari nafkah dengan kendaraan mereka.
(IM) Salah seorang dari sekian banyak sopir menceritakan kepada tim media ini, kami mencari solar Subsidi sudah sangat susah,Jangan kan di SPBU di kios pun susah, kalau ade(ada)pun dengan harga yang kelewat batas, antara 10 sampai 12 ribu perliter,”katanya.
Yang jelas waktu kami satu setengah hari hanya untuk dapatkan solar subsidi, itupun kadang tidak kebagian karena duluan habis dan jika tangki kami sudah terisipun dua sampai tiga hari kemudian baru akan mengantri kembali.
Menurut saya adanya kesulitan ini mungkin saja karena ada permainan oknum SPBU,Makanya mobil yang khusus hanya untuk mengantri selalu diutamakan.
Lihat saja mobil yang sudah udzur bise mengisi solar sampai ratusan liter, lalu mereka sedot/kuras tangki Kemudian langsung ngantri lagi.
pernah saya dengar mereka beli solar di SPBU dengan harga 6500 sampai 7500 rupiah perLiter ke oknum SPBU Makanya mereka selalu di utamakan dan Solar banyak lari ke alat berat, kapal barang dan pertambangan.
Ada orang bisa punya tiga sampai lima kendaraan yang khusus pengantri solar, Malahan tangki mobil L300 dimodif jadi 200 liter.
Kami berharap kepada pihak terkait
Untuk menikdak tegas para pengantri tangki siluman, sehingga tidak ada lagi para mobil siluman pengantri solar yang menyebabkan susahnya kami mendapatkan Solar setiap kali tangki truk kami kosong,”tutupnya.
MH pihak SPBU dikonfirmasi via Whats’up 0813-5xxx-xxxx
Tidak menjawab sampai berita ini diterbitkan..bersambung ..
*Sudarsono*





