Kades Metirodeceng Jarang Masuk Kantor, Aktif Ketika Ada Pencairan Dana Desa.

SULSEL_KLTV INDONESIA

klivetvindonesia.com

Bacaan Lainnya

Sejumlah warga masyarakat di pulo Badi Desa Metirodeceng keCamatan Liukangtupabiring Kabupaten Pangkep Provinsi Sulawesi Selatan, merasa kesal terhadap sikap, Hasrar selaku kepala Desa Metirodeceng karena yang bersangkutan jarang masuk kantor kalo masuk jika ada pencairan dana desa”.

Informasi yang diperoleh dari sejumlah warga di pulo Badi, Desa Metirodeceng ,bahwa kepala desa Metirodeceng Hasrar masuk Kantor, lima bulan sekali ada juga yang satu bulan sekali baru ,dia datang dinas dikantor. Menurut informasi dari sejumlah warga pulo Badi, bahwa Kepala Desa Metirodeceng , Hasrar tidak tinggal di pulo Badik, yang bersangkutan tinggal di ibukota Pangkep, disini rupanya dia kurang beta, “begitu kata warga.

Kalo mau cek benar dan tidaknya silakan cek rumah orangtuanya di dusun utara pulo Badi bahwa benar Hasrar sudah lama tidak tinggal di rumah orangtuanya.
Mengenai bahwa kades jarang masuk Kantor, memang benar, kalo mau buktikan, silakan cek dikantor.

Keterkaitan dengan hal tersebut , Rabu 27 / 7/2022, Kamis 28 / 7 / 2022, kami datang kekantor untuk menemui Kepala Desa Metirodeceng,namun Hasrar , tak ada ditempat ” Kata stafnya ,Hasrar tinggal di Pangkep.

Sehubungan Kepala Desa Metirodeceng Hasrar, jarang masuk Kantor maka masyarakat di pulo Badi tersebut mengalami kesulitan dalam hal pelayanan.Oleh karena itu diharapkan kepada bupati atau mentri dalam negeri dapat memberi teguran kepada Kades Metirodeceng, Hasrar agar kembali aktif untuk melayani masyarakatnya .

Sehubungan dengan dana bantuan langsung tunai di desa tersebut. Menurut sejumlah warga kami baru Terima dua kali yakni satu bulan kami trima Rp 300,000,kalo tiga kali Rp 900,000, selanjutnya kami tidak trima lagi tapi anehnya nama kami masih tercatat oleh karena itu kami minta kades Metirodeceng dan stafnya harus transparan pengguna dana tersebut , siapa- siapa yang mendapat dan siapa yang tidak mendapat dan alasan apa yang pernah mendapat tiba – tiba tidak mendapat ,oleh karena itu, kami mohon penjelasan dari kades dan stafnya tentang dana bantuan lansung tunai desa tersebut. Informasi dari sejumlah warga Tentang dana PKH bahwa mereka tidak Terima utuh. Contohnya kalo 900, 000 ada yang trima Rp 500,000 dan ada juga yang trima Rp 600,000 sampai Rp 700 000 yang jelasnya setiap penerima ada pemotongan. Oleh karena itu kami mengharapkan bahwa pemotong yang demikian sebaiknya tak perlu lagi karena kami ini masyarakat yang serba kekurangan. ( kato)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *