Mengenal Sosok Daeng Spareng / Syafarahman

KLIVETVINDONESIA.COM

Daeng Spareng/Syafarahman lahir di Perkampungan Sungai Berembang Desa Sungai Rengas Kecamatan Sungai Kakap Kabupaten Kubu Raya Provinsi Kalimantan Barat, tepatnya pada hari Rabu penghujung bulan Syafar atau biasa dikenal dengan Robo-Robo, 30 November 1983.

Syafar kecil anak petani dari pasangan Senong Pengandro dengan Syamsiah, putra kedua dari 5 bersaudara.

Syafar kecil sama selayaknya teman teman kecil lainya, bermain, belajar mengaji Al-Qur’an, dan lain sebagainya.
Di umur 5 tahun Syafar kecil sudah belajar mengenal huruf Al-Qur’an, belajar dari kakek nenek dan ibu kandungnya, dan di ajar juga oleh guru ngaji kampung bernama Tok Saleh.

Belum cukup berumur 6 tahun Syafar kecil sudah masuk Sekolah Dasar Negri 30 Sungai Berembang.

Sepulang sekolah langsung mengaji dan bermain seperti anak anak sepantarannya, di bangku kelas tiga, SD Syafar kecil sudah mulai mencari uang untuk jajan sekolahnya dengan membantu kedua orang tuanya kesawah bercocok tanam padi, dari mengangkut rumput, bertanam padi, membersihkan hama, hingga panen semua di geluti oleh Syafar kecil.

Saat tidak musim sawah Syafar kecil juga giat membersihkan kebun kelapa mengambil daun pisang untuk dijadikan uang.

Kegiatan seperti ini dilakukan hingga Syafar kecil menamatkan sekolan menengah pertamanya di SLTP Negri Sungai Berembang.

Melihat kondisi ekonomi kedua orang tua yang dibawah rata rata Syafar kecil yang mulai beranjak remaja melanjutkan sekolah nya di SMEA / SMK N 1 Pontianak.

Biaya sekolah di peroleh dengan gigihnya dari menjual koran, menjual bunga karang, menjual rokok dan lain sebagainya dilakukan demi mencukupi kebutuhan sehari hari agar tetap bisa mengenyam pendidikan seperti anak anak remaja lainya dan tidak terasa 3 tahun mampu dilaluinya dengan dan tanpa menyerah hingga ijazah SMK N 1 pun diterimanya.

Saat itulah duka pun mulai datang, saat setelah menandatangani ijazah, nenek tercinta menghembuskan nafas terakhir diatas pangkuannya.

Tiga hari setelah nenek tercinta Syafar mengalami sakit yang luar biasa beratnya terbaring 21 hari antara hidup dan mati dan banyak hal aneh yang dirasakan saat sakit tersebut.

Pertengahan 2001 syafarahman yang merasah kehilangan orang yang paling disayanginya merantau meninggalkan kampung halaman ke perkampungan Dayak tepatnya di ngabang saat masa transisi pemekaran kabupaten landak dari kabupaten mempawah.( Red ) 

Bersambung…… 

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *