PBB  Unjuk Rasa Menolak  Konversi Kebun Teh Menjadi Sawit.

Klivetvindonesia.com – Simalungun – Pemuda Batak Bersatu (PBB) unjuk rasa ke Kebun Teh Bah BirongUlu PTP Nusantara lV. Massa menamakan diri PBB berbaju merah dilengkapi atribut hadir mengenderai mobil dilengkapi pengeras suara diiringi kenderaan roda dua bergerak dari titik kumpul pusat pasar pekan Sidamanik menuju Kebun Bah Butong, (Senin, 4/7/’22).

Dua orang sebagai pembicara secara bergantian melalui pengeras suara ( Aiphon-red ) diatas mobil didepan pintu gerbang Kebun Bah Butong mengatakan dengan tegas menolak Konversi Kebun Teh menjadi tanaman Sawit. Penegas pembicara, kami (PBB) tidak mau ditunggangi siapapun.

Gelar unjuk rasa teraebut diwarnai kehadiran personil keamanan dari Kepolisian, TNI turut hadir membantu pengamanan. Juga Satpam Perkebunan mengawal kantor berjaga didepan gerbang berpakaian lengkap memakai helm. Pengamanan berpakaian kesatuan dan berpakaian biasa terlihat halaman  dikompleks kantor perkebunan Bah Butong.

Serta meminta pimpinan Kebun PTPN IV,  menghargai aspirasi Warga. Kami tidak main- main, dan bukan mengan cam, juga PBB tidak bisa dibeli.
Toleransi kami utamakan, tentang  penanaman Kelapa sawit kami mengetahui pihak Kebun belum mendapat izin konversi ini.
Dijelaskannya, tanpa ada persetujuan masyarakat  Sidamanik untuk penanaman sawit kami tidak setuju sebab dampaknya mengganggu warga sekitar.

Kemudian pembicara dengan tegas mengatakan, secara bersama kami  menuju lokasi penanaman sawit. Jangan pihak Kebun merasa bahwa kami takut, sembari menantikan jawaban  pihak perkebunan, serta memberi waktu 15 menit.

Penjelasan warga, akibat konversi ini, mengakibatkan banjir,  pihak Kebun tidak pernah melihat dan merasakan apa yang kami alami. Kehadiran perkebunan pada galibnya mensejahterakan masyarakat sekitarnya bukan sebaliknya, ungkap salah seorang warga yang diberi keaempatan bicara, ini suara rakyat, imbuhnya.

Kembali pemegang Aiphone menyampaikan aspirasi mereka, meminta kepada pimpinan kalau memang benar anda pimpinan mari kita melihat dan membuktikan bagaimana keadaan sebenarnya dilapangan. Telah lebih dari 15 menit, mereka sepakat maju mendekati gerbang sebab pimpinan Management belum datang.

Pembicara memberitahukan kepada massa PBB bahwa kehadiran kita seakan tidak diterima. Juga sekalian ingin mengenal pimpinan kebun Bah Butong.

Pada akhirnya pihak kebun (Heri Wahyudi) Askep Kebun Teh mewakili  Manager Bah Butong mengatakan menerima aspirasi PBB dan akan disampaikan terhadap pimpinan perusahaan, alasannya Saya (Heri (Wahyudu-red)  tidak punya kewenangan
memberikan keputusan. Kemudian management minta saran tertulis.

Untuk kesekian kalinya massa PBB secara tegas menyatakan  tidak setuju konversi penanaman sawit.
Serta menginginkan dihadirkan orang yang bisa memutuskan secara pasti, agar pekerjaan dilokasi yang sedang dikerjakan diberhentikan sekarang juga.

Sekedar diketahui bahwa hingga kini (Senin, 4/7/’22) unjuk rasa telah digelar sebanyak tiga kali, kata warga setempat yakni, massa yang menamakan diri PPSI ( Warga Sidamanik-red), dan PBB mewakili sejumlah Kecamatan di kabupaten Simalungun.( S.S )

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *