DISABILITAS SMPLB NEGERI 2 JENEPONTO MEMBERANGKATKAN RISWAN SEBAGAI ATLIT ANDALAN CABOR BOCCE DI PESONAS 2022. Selengkapnya 👇👇👉

DISABILITAS SMPLB NEGERI 2 JENEPONTO MEMBERANGKATKAN RISWAN SEBAGAI ATLIT ANDALAN CABOR BOCCE DI PESONAS 2022.

*FIRMAN -JURNALIST_KLTV INDONESIA

JENEPONTO -klivetvindonesia.com – 29/06/2022 Sekolah Menengah Pertama Luar biasa (SMPLB) negeri 2 jeneponto memberangkatkan Atlit Andalannya (Riswan) dalam ajang bergensi.

Bacaan Lainnya

Kegiatan tersebut bernama Pekan Special Olimpic Nasional (PESONAS) berpusat di semarang tanggal 3 hingga 8 juni 2022. Insya Allah kami berangkat ikut serta dengan membawah Atlit Tunagrahita bernama “Riswan” Ujar Usman S.pd M.Pd Kepala sekolah SLB negeri 2 jeneponto kepada awak Media di Ruang Lingkup sekolah SLB negeri 2 jeneponto.

Usman,S Pd. M.Pd menjelaskan bahwa riswan terpilih sebagai Atlit Tunagrahita setelah melalui seleksi ketat.Riswan tercatat sehingga pelajar disabilitas SMPLB pada kelas VIII/8. Sebagaimana diketahui bahwa cabang (Cabor) bocce merupakan salah satu olahraga khusus penyandang Tunagrahita”Tambah usman S.Pd M,Pd kepada Media.

Bocce adalah olahraga rekreasi yang dimainkan dua regu dengan tiga hingga empat orang anggota.

Selain itu bisa di kombinasikan dengan berbagai permainan menarik lainnya.

Pada permainan Bocce ada 3 jenis bola, yaitu berukuran kecil, sedang dan besar dengan warna-warni. Bola kecil diletakkan di sebuah area atau lapangan berumput sebagai sasaran. Kemudian, di lapangan itu ada batas untuk pelempar bola. Dua regu yang saling berhadapan berlomba melemparkan bola yang berukuran besar agar mengenai atau mendekati sasaran.

Nah, jika pelempar bisa melemparkan bola besar mendekati atau mengenai sasaran, tim akan mendapat poin. Saat melempar bola berukuran besar, posisi si pelempar harus agak sedikit menunduk hingga sekitar 45 derajat, dengan posisi kaki kiri di depan dan kaki kanan di belakang.

Untuk melempar bola, pelempar bergerak satu langkah ke depan. Posisi dan gerakan ini seperti melempar bola dalam permainan bowling. Pelempar tidak diperbolehkan melempar bola dengan posisi badan tegak. Bila hal itu dilakukan dianggap kesalahan dan poin diberikan kepada regu lawan.

Pada permainan Bocce, ada kombinasi antara permainan dan gerak-gerak tubuh yang bermanfaat untuk merangsang saraf dan gerakan motorik tubuh. Bocce bisa melatih motorik tangan dan kaki, mengasah konsentrasi, latihan bersosialisasi dan kerja sama tim.

Posisi tubuh dan gerakan saat melempar bola juga berfungsi melatih kelenturan otot punggung, tangan dan kaki. Sehingga, setiap anggota regu mendapatkan kesempatan melempar bola. Agar bola mengenai atau mendekati sasaran, pelempar mesti melakukan dengan konsentrasi penuh.

Latihan konsentrasi sangat penting bagi anak-anak tunagrahita. Untuk memenangkan permainan, setiap regu didorong memiliki strategi. Mereka diminta berdiskusi, membicarakan langkah apa yang akan dilakukan agar bisa memenangkan pertandingan

Bocce merupakan cabang olahraga yang populer diikuti oleh tunagrahita atau anak dengan hambatan mental. Olahraga ini sering dilombakan dan diikuti oleh anak tunagrahita. Teknis olahraga ini adalah menggelindingkan bola mendekati bola target. Olahraga ini tidak memerlukan lapangan yang luas, cukup tanah yang lapang dan dibuat dengan pembatas berupa tali

Riswan adalah anak dari pasangan Bapak Daeng marung dan ibu Daeng Masi adalah Atlit dengan ketunaan Tunagrahita sangat berharap dukungan pemerintah daerah jeneponto.tutur Usman S.Pd M.Pd kepada Media.

Penulis Firman sijaya

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *