Diduga adanya Mark-up BOP TK/Paud Yang Fiktif Di kabupaten Langkat

Klivetvindonesia.com Langkat –  Diduga pencairan Bantuan Operasional Pendidikan (BOP) bagi pendidikan taman kanak-kanak dan pendidikan anak usia dini ( TK/Paud ) di kab.langkat diduga menjadi ajang untuk dimanfaatkan oleh pengelola lembaga TK/Paud dan dinas pendidikan kab.langkat dalam meraup keuntungan pribadi,Kamis  2/6/22.

 

Trik ini memang terbilang menggiurkan karena hitungan persatu siswa yang akan dibayarkan oleh negara melalui dana APBN sebesar Rp 600 ribu, persiswa/pertahun, apabila sebuah lembaga memiliki 40 orang berarti mereka mendapatkan dana BOP Rp 24 Juta, ini sangat fantastik dan menggiurkan.

 

 

Praktek ini diduga dimainkan oleh orang-orang yang berpengalaman dan telah berkecimpung lama di dunia pendidikan khususnya pendidikan anak usia dini, “Mereka cukup paham cara mencairkan dana BOP untuk TK/Paud meski hanya dengan membuat TK/Paud fiktif.

 

Parahnya perbuatan ini di sinyalir oleh dinas pendidikan kab.Langkat mirisnya mereka berani membuat lembaga baru meski  tersebut tidak berjalan dengan baik alias fiktif.

 

Selain itu di temukan data BOP dari investigasi media kepada dinas pendidikan kab.Langkat yang di naungi dinas pendidikan kab.Langkat lembaga TK/Paud yang di kelola secara independen oleh masyarakat diduga fiktif bahkan yang lebih parah lagi lembaga TK/Paud yang sudah tidak aktif.

 

Hal tersebut di temukan saat Tim investigasi dan beberapa media lainnya melakukan peninjauan beberapa lokasi TK/Paud usai pencairan BOP.

 

 

Siklus ini diduga terus berjalan hanya untuk meraih keuntungan segelintir pengelola tanpa memikirkan subtansi dari tujuan BOP yang dianggarkan negara untuk memajukan dunia pendidikan khususnya pendidikan anak usia dini.

 

Hal lain yang muncul adalah dugaan manipulasi data peserta didik yang dilakukan oleh melalui Dapodik. Ada siswa yang belum cukup umur bisa masuk TK dan umurnya lebih duduk di bangku Paud.

 

 

Sedangkan tahapan pendidikan formal berbentuk taman kanak-kanak adalah usia dengan rentang empat sampai enam tahun untuk usia paud adalah di bawah itu. Namun ada juga dugaan lembaga yang memanipulasi data usia siswa agar bisa mendapatkan siswa sebanyak-banyak sehingga dana BOP.

 

 

Terkait persoalan ini Tim investigasi mencoba menghubungi untuk konfirmasi kepada pak Rudi yang menjabat Kabid paud dan pendidikan sekolah Luar (PLS) mengenai pengelolaan dana BOP nonformal sekitar total Rp.4.200.700.000 berikut data” yang lain Melalui pesan Whatsapp namun belum ada jawabannya sehingga berita ini di tayangkan.

 

 

Penulis : Reza Nasti

Editor   : Didy

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *