Sudarwin Berharap Agar Jalan Trans SP2 Desa Medan Jaya Segera Di Realisasikan Oleh Dinas Transmigrasi

klivetvindonesia.com  Kayong Utara – Desa Medan Jaya merupakan Salah Satu Desa yang terletak di Wilayah Kecamatan Simpang Hilir – Kabupaten Kayong Utara dengan luas wilayah 2400m² dan jumlah penduduk nya 2.408 jiwa dan dengan jumlah Kepala Keluarga 1709 KK yang terbagi dari 3 dusun 11 RT yaitu:

1.Dusun Sepakat Bersama 2.Dusun Karya Bersama,
3.Dusun Karya Makmur dan dimana masyarakat nya merupakan petani. Dan Dimana Kecamatan Simpang Hilir juga terbagi dari 12 Desa yaitu :

1. Desa Padu Banjar
2. Desa Kumbang
3. Desa Pemangkat
4. Desa Nipah Kuning
5. Desa Teluk Melano
6. Desa Penjalaan
7. Desa Rantau Panjang
8. Desa Medan Jaya
9. Desa Sungai Mata – Mata
10. Desa Batu Bara
11. Desa Lubuk Batu
12. Desa Matan Jaya

Sudarmin Kades Medan Jaya dua periode saat wawancarai di kantornya mengatakan ” Dana Desa yang masuk ke desa Medan Jaya ini sejumlah 8.200.759 ( Delapan Juta Dua Ratus Ribu Tujuh Ratus Lima Puluh Sembilan rupiah ) terdiri dari salah satunya di bidang ketahanan pangan pada tahun 2022 dalam pembuatan rambat beton dijalan menuju kearah pertanian”,

“Kemudian BLT Dana Desa dimana anggaran tersebut berjumlah 342.000.000 ( tiga ratus empat puluh dua juta rupiah ) dimana penerimanya 95 Keluarga Penerima Manfaat ( KPM ) Dan terkait Dana Desa untuk pembangunan nya ada dua 2 pagar mushola, batu kali jembatan. Adapun Alokasi Dana Desa ( ADD ) 1.068 392.500 ( satu milyar enam puluh delapan juta tiga ratus sembilan puluh dua ribu lima ratus rupiah”,

Jumlah Dana Desa yang terealisasikan untuk pembangunan jalan ada 5 titik wilayah yang layak, terutama di Rt² itu sudah diadakan pembangunan dari dana desa dan itu dimulai dari tahun 2015 dimana dimulai pada masa jabatan saya pertama dan yang kedua kalinya, untuk yang lainnya Alhamdulillah sudah terealisasikan semua”. terangnya

“Untuk bidang pertanian di Desa Medan Jaya ini banyak petani sawit pribadi dan untuk lahan perusahaan sawit memang tidak ada termasuk kontribusi para petani sawit pribadi juga tidak ada. Dan di Desa Medan Jaya ini tidak memiliki pendapatan lain hanya semata mata dari dana pemerintah salah satu nya dari dana DD dan ADD.’

Namun” Alhamdulillah infrastruktur di Desa Medan Jaya ini 90% sudah di realisasikan walaupun dalam kondisi saat ini banyak persoalan dengan kondisi hujan dan lain nya jadi jalan itu memang sudah ada sedikit yang sudah mulai hancur”, Namun dimana jalan yang semasa saya menjabat sampai sekarang masih baik”, ungkap Sudirman

Lebih dalam Sudirman mengatakan” Upaya yang kini kami lakukan untuk mendongkrak perekonomian sesuai dengan peraturan menteri salah satu nya meningkatkan ketahanan pangan jadi kita harus terus membangun infrastruktur melalui Dana DD dan ADD dikarenakan 85% masyarakat kita disini adalah petani makanya saya galakkan program pertanian, yang dengan luas wilayah lahan sawitnya ± 40 Hektar dengan lahan masyarakat mandiri bukan perkelompok”,

“Memang untuk Dana Aspirasi ada, cuma setiap tahun nya satu atau dua yang di mana salah satunya sekat bakar atau penyekatan pembakaran dikarenakan di desa ini rawan atau terancam dengan kebakaran, maka dari itu kami menggunakan metode sekat bakar yang lebar nya kurang lebih 1,50 Meter yang lebih besar dari saluran cacing yang dimana saluran cacing itu berkisar hanya 60 cm”, terang sudarwin

Ditempat yang berbeda dilokasi pembangunan jalan penghubung Sudarmin juga mengatakan “, Pada saat ini kita membangun jalan penghubung antara Jalan Abdul Malik dengan Jalan Trans SP2 tepatnya di Dusun Karya Makmur yang panjangnya 220 meter di mana pada tahun sebelumnya kita adakan penimbunan terlebih dahulu dan pada tahun ini kita bangun menggunakan rambat beton. Dan inilah yang berhubungan dengan jalan pertanian karena masyarakat yang kita lihat dari luar kedalaman tadi adalah para petani semua”.
“Adapun yang mereka tanami Hultikultural seperti Nanas dan perkebunan nya rata rata Sawit, terkait dengan jalan penghubung transmisi SP2 itu sebenarnya adalah jalan transmigrasi sedangkan Jalan H. Abdul Malik cuma sampai di persimpangan, yang di mana seharusnya Jalan Trans SP2 itu dibangun Oleh Dinas Transmigrasi yang di mana sudah sekian lama kita mengajukan proposal, pada periode pertama saya, saya sudah mengajukan sebanyak 3 kali bersama masyarakat maupun BPD ( Badan Pengawas Desa ) untuk pengajuan pembangunan jalan Trans SP2 tersebut, namun sampai saat ini belum juga ada tanggapan dan hingga periode kedua saya saat ini saya juga pernah mengajukan untuk pembangunan Jalan Trans SP2 tersebut sebanyak 3 kali namun belum juga terealisasikan, dan mungkin tahun depan saya yang akan mengambil alih untuk pembangunan jalan ini”. tegasnya

“Harapan saya terhadap Dinas Transmigrasi tolong jalan tersebut di perhatikan karena itu jalan poros transmigrasi, Jika Dinas Transmigrasi tidak mampu untuk melakukan pembangunan tersebut Hibahkan ke Desa, Insha Allah kami kerjakan, Karena kami dalam pelaksanaan pembangunan desa harus ada Dokumen Hibah”,

“Adapun keluhan masyarakat terkait lambat nya pembangunan jalan Trans SP2 ini saya berharap agar masyarakat bersabar karena kita juga harus melalui proses, Dan mudah mudahan mereka semua faham sebenarnya bukan kita mengabaikan atau melalaikan jalan tersebut, tapi insya Allah akan kita selesaikan”, Ujarnya

ALFIANSYAH

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *