E-Government dan Tata Kelola Pemerintahan yang Baik Pada Perspektif Pembangunan Ibu Kota NEGARA (IKN),oleh Akhmad Yani. Selengkapnya πŸ‘‡πŸ‘‰

Oleh: Akhmad Yani
Nim: 105031100621
Kelas: MAP Kebijakan

 

E-Government dan Tata Kelola Pemerintahan yang Baik Pada Perspektif
Pembangunan Ibu Kota NEGARA (IKN)

 

 

Pembangunan Ibu Kota Negara (IKN) Nusantara merupakan upaya pemerintah untuk
mengusung pembangunan ekonomi yang inklusif, dengan menyebarluaskan magnet
pertumbuhan ekonomi baru, sehingga tidak hanya bertumpu di Pulau Jawa semata. IKN
Nusantara sekaligus wujud pengarusutamaan simbol identitas bangsa, green economy, green
energy, smart transportation, dan tata kelola pemerintahan yang efesien dan efektif
sebagai milestone transformasi besar bangsa Indonesia.
Dalam perjalannya, IKN Nusantara sejak awal dirancang sebagai katalis untuk
membuka potensi ekonomi Indonesia secara keseluruhan, mendorong pertumbuhan,
menciptakan lapangan kerja, dan mengurangi kemiskinan, dengan menjadikan IKN Nusantara
sebagai simbol identitas bangsa serta pusat gravitasi ekonomi baru yang diharapkan dapat
membawa multiflier effect dengan menjadikan episentrum pertumbuhan yang akan semakin
merata ke wilayah luar Jawa guna mendukung pembangunan Indonesia Sentris menuju
Indonesia Maju 2045.
IKN Nusantara diharapkan akan mampu menyebarluaskan manfaat pembangunan
ekonomi. Jika IKN dipindah ke Provinsi yang memiliki konektivitas dengan provinsi lain yang
baik, peningkatan arus perdagangan lebih dari 50% wilayah Indonesia dapat terjadi. Di
samping itu juga akan menurunkan kesenjangan antar wilayah karena pemindahan ibu kota ke
luar Pulau Jawa mendorong perdagangan antar wilayah, mendorong investasi di provinsi ibu
kota negara baru dan provinsi sekitarnya serta mendorong diversifikasi ekonomi, sehingga
tercipta dorongan nilai tambah ekonomi pada sektor non-tradisional pada berbagai wilayah non
Jawa.
IKN Nusantara merupakan milestone Indonesia Maju 2045 yang ditopang dengan
pembangunan Indonesia Sentris yang mendukung terciptakan pertumbuhan inklusif dan
sekaligus mengirimkan pesan kepada dunia bahwa IKN Nusantara ini bukan semata-mata
memindahkan fisik ibu kota, memindahkan fisik kantor-kantor pemerintahan, namun lebih dari
itu adalah upaya Indonesia membangun kota baru yang smart, kota baru yang kompetitif di
tingkat global, membangun sebuah lokomotif baru untuk transformasi Indonesia yang berbasis
inovasi dan berbasis teknologi dan green economy.
IKN Nusantara akan didukung dengan smart transportation yakni sistem transportasi
kota yang dirancang berbasis integrasi pengembangan transportasi publik, sepeda, dan
pedestrian dengan menerapkan Integrated Information System, Intelligent Transport System,
dan Innovative Public Transportation Network serta mempromosikan kendaraan hemat bahan
bakar dan ramah lingkungan (electric car).
Dari sisi pemanfaatan energi, IKN Nusantara akan menggunakan Teknologi Smart
Grid memanfaatkan matahari sebagai sumber listrik, menggantikan listrik yang bersumber dari
batu bara sehingga mengurangi jumlah CO2 serta mampu mengontrol distribusi energi listrik
ketika sedang jam puncak dengan distribusi listrik menggunakan jaringan kabel bawah tanah.
Di samping itu, pemanfaatan green building yang ditandai oleh peningkatan efisiensi
energi, pengurangan konsumsi air dan bahan, dan peningkatan kesehatan dan lingkungan,
penggunaan peralatan yang hemat energi dan ramah lingkungan, penggunaan energi
terbarukan, peningkatan kualitas udara dengan heating and cooling system, dan penggunaan
sistem pencahayaan alami.


Smart City yang akan mewarnai IKN Nusantara akan menjadikannya sebagai sebuah
kota yang sehat, efisien, dan produktif ramah pejalan kaki dan pengguna sepeda serta

menyediakan layanan keamanan dan kesehatan serta pendidikan new smart metropolis yang
mampu menjadi pusat inovasi berkelas dunia.
Kebijakan pemindahan ibu kota yang telah diputuskan oleh pemerintah dan DPR dalam
proses panjangnya telah melalui diskusi dan perencanaan yang matang, ditandai
dengan tahapan kajian kebijakan yang komprehensif, di mana syarat formil dalam
pembahasan UU telah mengikuti aturan perundang undangan yang berlaku, juga dengan
melibatkan seluruh pemangku kepentingan, akademisi, kalangan kampus, masyarakat lokal
pemangku adat hingga kesultanan di Kalimantan Timur serta penyerapan aspirasi dari
masyarakat.
Sebelum Indonesia, beberapa negara telah mengubah ibu kota mereka dan menoreh
beragam dampak positif. Salah satu negara yang pernah melakukan pergantian ibu kota adalah
Brazil, dari Rio de Janeiro ke Brasilia. Pemindahan ibuk ota yang dilakukan oleh Brazil
didasarkan pada beberapa faktor, terutama kelebihan penduduk yang dialami oleh ibu kota
sebelumnya.
Sebuah studi oleh Quistorff (2015) mengupas dampak-dampak utama dari perubahan
ibu kota yang dialami Brazil. Studi tersebut menunjukkan bahwa perubahan ibu kota memiliki
dampak positif yang signifikan terhadap aspek-aspek ekonomi ibu kota baru seperti jumlah
pekerjaan dan pendapatan. Di sisi lain, ibu kota sebelumnya tidak mengalami pengurangan
signifikan dari segi pendapatan dan jumlah pekerjaan.
Contoh lain dari pemindahan ibu kota yang berjalan lancar adalah Nigeria, yang
memindahkan ibu kotanya dari Lagos ke Abuja. Sama halnya dengan Brazil, pemindahan ibu
kota yang dilakukan oleh Nigeria tidak banyak mempengaruhi ibu kota yang lama. Di kasus
Nigeria, relokasi pegawai pemerintah dari Lagos tidak mempengaruhi aspek ekonomi Lagos
dan Lagos tetap mempertahankan statusnya sebagai pusat komersial Nigeria.
Akan tetapi, menurut Quistorff, ibu kota lama hanya tidak akan terdampak secara
negatif apabila perpindahan ibu kota dilakukan secara bertahap. Berhubungan dengan hal
tersebut, Bappenas telah merincikan tahap pemindahan ibu kota yang diawali dengan
pembangunan infrastruktur utama, dan kemudian diikuti pembangunan infrastruktur dasar lalu
pengembangan pusat inovasi dan ekonomi. Tidak hanya dalam tahap pembangunan, relokasi
pegawai pemerintahan antara kedua kota juga akan dilakukan secara bertahap.
Vadim Rossman, seorang profesor dari Higher School of Economics di St. Petersburg,
Rusia, menjelaskan bahwa ada beberapa dampak positif dari pemindahan ibu kota. Di kasus
Brazil, pembangunan Brasilia yang mencakup pembangunan jalan membuat daerah
sekelilingnya terintegrasi. Berdasarkan pandangan tersebut, dapat diperkirakan bahwa

pengembangan fasilitas dan infrastruktur IKN turut akan membawa dampak positif bagi daerah
sekelilingnya.
Kita tentunya berharap tahapan dan kontinuitas pemindahan ibu kota dapat kita lalui
dengan lancar dan energi beragam komponen bangsa dapat kita sinergikan menjadi kekuatan
dahsyat dalam mendukung terwujudnya kota masa depan yang berperan sebagai katalis
kemajuan Indonesia, dengan mewujudkan sebuah smart city yang ramah lingkungan, IKN
diharapkan dapat menjadi magnet pertumbuhan ekonomi baru dan sentra inovasi dalam
mengakselerasi Indonesia Maju 2045. Semoga.

 

 

Penulis:

Nama: Akhmad Yani

Nim: 105031100621

Kelas: MAP Kebijakan

 

Editor:Angga_99

 

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *