klivetvindonesia.com Putussibau, Kalbar – Warga keluhkan ruas jalan dari desa Manday Kecamatan Bika ke Kecamatan Embaloh Hilir, Kepada pemerintah daerah kabupaten Kapuas Hulu, provinsi Kalimantan Barat.
Diketahui bahwa, 23 kecamatan di kabupaten Kapuas Hulu, hanya kecamatan Embaloh Hilir, akses jalan transportasi darat belum tembus ke ibukota kabupaten, dan kecamatan lainnya.
Iwan Kurniawan salah seorang anggota Komunitas Lintas Kapuas (KLK) mengatakan kepada awak media ini, kondisi terkini jalan di desa Manday kecamatan Embaloh Hilir sangat memprihatinkan.
Kondisi ini terang dia sudah terjadi cukup lama, hingga kini pihak Pemkab Kapuas Hulu belum ada solusi yang signifikan untuk perbaikan jalan tersebut.
“Badan jalan dintis mulai dari Tahun 1993 oleh Dinas Pekerjaan Umum (PU) kabupaten Kapuas Hulu,” terang Iwan pada Jum’at (13/5/2022).
Iwan menjelaskan adanya program TMMD pada Tahun 1995 dengan anggaran kurang lebih hingga Rp.500.000.000,- wargapun bersyukur dengan program TMMD tersebut.
Lanjutnya namun sampai sekarang belum dilanjutkan oleh beberapa Kepala Daerah.
Panjang ruas Jalan Nanga Mandai -Nanga Embaloh Lebih Kurang 27 Km.
“Yang belum dikerjakan baik penimbunan maupun pengerasan ruas jalan lebih kurang 15 Km,” terangnya.
Iwan menjelaskan bahwa, kondisi tersebut akhirnya Komunitas Lintas Kapuas (KLK) melakukan swadaya untuk melakukan perbaikan ruas jalan tersebut untuk memberikan kenyamanan kepada masyarakat kecamatan Embaloh Hilir.
“Dana tersebut murni swadaya tidak menggunakan dana desa, kecamatan ataupun dana dari Pemkab. Benar-benar dana tersebut murni swadaya,” jelasnya.
Senada dengan penuturannya Iwan salah seorang warga bernama Doni juga mengeluhkannya hal yang sama.
Doni berujar, untuk mensukseskan pelaksanaan Musabaqoh Tilawatil Quran (MTQ) tingkat kabupaten Kapuas Hulu, di Kecamatan Embaloh Hilir perlu dukungan dari semua pihak.
“Kecamatan Embaloh Hilir merupakan kecamatan yang berada di lintas sungai Kapuas, tidak jauh dari ibukota Kabupaten Kapuas Hulu,” papar Doni.
Dimana menuju ke lokasi tersebut harus menggunakan transportasi sungai seperti speed boat, tempel, dan lainnya.
“Diketahui hingga kini jalur darat belum maksimal bisa dilalui karena Pemkab belum juga merealisasikan pengerjaan jalan menuju kecamatan Embaloh Hilir,” pungkasnya.





