klivetvindonesia.com Kalbar – Ketua PANI “Pasukan Adat Nusantara Indonesia” Provinsi Kalimantan Barat meminta Jangan Ganti Simbol Adat Pribumi Dengan Simbol Asing, karna bisa menimbulkan gesekan dan kecemburuan sosial.

Kepada awak media Syafarahman selaku Ketua PANI “Pasukan Adat Nusantara Indonesia” DPD Provinsi Kalimantan Barat mengatakan bahwa kita hidup bersuku – suku, bermacam – macam agama, kita menjaga toleransi demi terciptanya situasi yang kondusif.
Kalimantan Barat punya sejarah panjang dan pernah terjadi konflik sosial, guna menghindari hal tersebut mari kita saling menjaga dan tidak memancing reaksi yang bisa menimbulkan gesekan serta konflik sosial.

Oleh karena itu seharusnya Pemerintah Kota Singkawang tidak merubah Gapura Yang berornamen multi etnis dengan lambang yang asing bagi masyarakat pribumi.
Saya tidak membenci suku apapun, agama apapun, karna semua merupakan mahluk ciptaan tuhan, namun setidak nya kita tidak membuat percikan percikan yang bisa membuat situasi tidak kondusif.

Kota Singkawang merupakan salah satu Kota yang ada di NKRI bukan milik asing atau bukan merupakan bagian dari negara lain, jadi saya berharap Pemerintah Kota Singkawang untuk menjaga perasaan masyarakat adat pribumi Kalimantan Barat khususnya dan Indonesia Umumnya tutup Syafarahman





