klivetvindonesia. com, Borong- Gotong Royong masih kental di Elar Selatan Budaya gotong royong masih terjaga di masyarakat Desa Tenomese, Kecamatan Elar Selatan, Kabupaten Manggarai Timur. Mengisi akhir pekan ,Jumaat (18/02/2022 ) ratusan masyarakat bahu membahu memperbaiki jembatan yang rusak yang merupakan penghubung utama dua kabupaten yang ada di Nusa Tenggara Timur.
Suasana kebersamaan terasa kental, bersama rombongan Camat Elar Selatan yang juga terlibat dalam kegiatan itu. Sekali terdengar canda tawa disela bekerja. Bilah-bilah kayu yang begitu berat terasa ringan karena kerja yang penuh dengan rasa persaudaraan dan jiwa kebersamaan. Warga menyumbang sesuai kemampuan, yang punya tenaga dan keahlian membantu pekerjaan, sedangkan Camat Elar Selatan yang punya mobil kebagian tugas mengangkut material batu. Ibu-ibu tak mau kalah, mereka bergegas menyediakan makanan.
“Puji Tuhan ini adalah sebuah tradisi dan semangat yang harus tetap terjaga. Gotong royong adalah budaya bangsa kita”. Kata Kanisius Satal Camat Elar Selatan. Menurut Bapa Camat gotong royong adalah sebuah rasa kepedulian masyarakat terhadap lingkungannya.
Hal itu menurutnya merupakan aset besar bagi kemajuan sebuah daerah atau wilayah. Kepedulian masyarakat yang disandingkan dengan kepedulian pemerintah akan membuat semua program pembangunan berjalan dengan maksimal.
“Terjalin sinergitas antara masyarakat dengan pemerintah, itu modal menjadikan pengendara sebagai daerah juara”.
Dia mengatakan keberadaan jembatan Wae Kawak ini sangatlah penting bagi warga dan ini adalah jembatan penghubung semua desa di Kecamatan Elar Selatan termasuk penghubung dua kabupaten yaitu Kabupaten Manggarai Timur dengan Kabupaten Ngada.
Kegiatan kita hari ini dilakukan untuk mendukung ketersediaan sarana prasarana kepentingan kita bersama, sehingga akses beraktivitas sehari-hari dapat berjalan dengan lancar.
Oleh //Engky Jehadun





