Klivetvindonesia.com,sambas-Adanya aktivitas muat Cpo ( CRUDE PALM OIL ) dari perusahaan perkebunan kelapa sawit ke ponton yang tambat didekat jembatan penghubung semantir-perigi parit kecamatan teluk keramat kabupaten Sambas menjadi pertanyaan banyak kalangan, pasalnya aktivitas muat CPO ke ponton yang tambat dibelukar tepi sungai (bukan dermaga atau pelabuhan bongkar muat CPO) itu menimbulkan kegaduhan di masyarakat karena berpotensi akan menyebabkan pencemaran lingkungan dan bisa mengancam kesehatan mahluk hidup dikawasan tersebut bahkan bisa menyebabkan kematian.
” Sebuah perusahaan perkebunan kelapa sawit semestinya punya dermaga bongkar muat sendiri, mengenai kawasan dimana tempatnya itu menyesuaikan dengan syarat dan ketentuan berlaku di suatu daerah,.
Jangan bikin pabrik lalu beroperasi dan CPO tidak ada tempat bongkar muat nya apakah hal tersebut bisa dibenarkan..?
Awak media ini mendapat info aktivitas bongkar muat itu untuk CPO milik perusahaan dikabupaten bengkayang, yang jelas bongkar muat sembarangan tempat apakah dibenarkan..?
Hasil pantauan dilapangan penambatan ponton tersebut juga sangat dekat dengan jembatan sehingga dikhawatirkan nanti akan menyebabkan pergerakan tanah diarea pondasi jembatan dan dikhawatirkan jika ada tumpahan CPO ke Sungai sudah pasti pencemaran tidak dapat lagi dihindari yang bisa menimbulkan banyak dampak kerugian.
Saat dikonfirmasi ke salah satu awak kapal,beliau menyampaikan untuk konfirmasi ke Hary Purwanto yang katanya selaku agen disertai memberikan nomor kontak beliau.
Lanjut konfirmasi ke Hari Purwanto via pesan WhatsApp,0812568*****beliau membalas dengan mengirimkan nomor kontak atas nama SADIKIN,. Saat konfirmasi ke Sadikin juga via WhatsApp0822574***** beliau membalas,, Tanya langsung saja dgn syahbandar ya pak.
Lanjut lagi konfirmasi ke Rizal 0822587*****selaku
beliau mengarahkan untuk tanya saja ke Bu ELY dengan mengirim kontaknya, saat dikonfirmasi Bu ELY 0852520*****beliau mengarahkan lagi langsung saja ke pak MARBUN selaku kepala Syahbandar di kecamatan Paloh katanya,Lanjut lagi konfirmasi ke pak MARBUN juga via pesan WhatsApp 0812577**** beliau tidak membalas padahal sudah dibaca karena terlihat dari conteng dua berwarna biru. Dengan kesan saling lempar batu sembunyi tangan awak media ini berusaha konfirmasi langsung kedishup propinsi juga via pesan WhatsApp 0812535***** beliau membalas agar tanyakan ke Kabid dishub Sambas dengan mengirim nomor kontak atas nama ZULPAN. Saat dikonfirmasi juga via WhatsApp 0821430***** beliau juga mengabaikan padahal sudah dibaca.
Misja salah seorang masyarakat saat dimintai tanggapannya terkait hal ini,
Kami berharap agar Bupati Sambas bapak H.SATONO, S.Sos.I.MH yang kami banggakan untuk segera menindak lanjuti masalah ini demi kemajuan Sambas disegala bidang terutama masyarakat perlu keterbukaan informasi yang selama ini masih terkesan ditutup-tutupi,ungkapnya.
(Sudarsono)





