Pasien Covid-19 Akui Ada Masalah Kekurangan Makanan Selama Masa Karantina di Elar Selatan, Matim

klivetvindonesia.com,Manggarai Timur-Sejumlah Pasien positif Covid-19 mengeluh kekurangan makanan selama masa karantina di Kecamatan Elar Selatan, Kabupaten Manggarai Timur, Flores-NTT.

Ket: Arjon Ngoel Warga Dusun Woko Ledu,(Foto: Ist)

Hal tersebut dialami keluarga Arjhon Ngoel, Dusun Woko Ledu, Desa Mosi Ngaran, Kecamatan Elar Selatan. Menurutnya, setelah kami di rapid dan dinyatakan positif covid-19 berdasarkan rapid antigen oleh tim medis, kami langsung di karantina/isolasi mandiri di rumah.

“Beras kami di rumah habis, sementara berbagai aktifitas kami dibatasi. Kami mau makan apa?”, kata Arjon pada Rabu,(14/7/2021).

Dikatakan Arjon, padi kami ada, hanya pengilingan padi yang ada di kampung ini semuanya ditutup.

“Kami minta Pemkab Matim untuk secapatnya memberi bantuan kepada warga yang terpapar covid-19 di wilayah kami”, pinta Arjon berharap.

Ket: Kepala Desa Mosingaran, Joseph F. Dima,(Foto: Nandik).

Sementara itu, Kepala Desa Mosi Ngaran, Frumentius Dima mengatakan, baru-baru ini kami Pemerintah Desa diminta dari Dinas Sosial untuk mengirim data permohonan bantuan beras untuk warga yang terpapar Covid-19.

“Tanggal 8 Juli yang lalu kita sudah kirim data permohonan itu, namun sampai saat ini data yang sudah kita kirim belum terealisasi”, kata Dima pada Rabu,(14/7/2021).

Dikatakan Dima, selaku kepala Desa tentu sangat memikul beban yang begitu berat lantaran banyak warga di Desa Mosi Ngaran yang mengeluh kekuarangan makanan.

Dana Desa yang 8%, kata Dima, tidak cukup memberi bantuan beras. Namun, dari Pemerintah Desa hanya bisa memberi Susu, telur dan mie dari dana 8% itu.

“Selaku Kepala Desa sangat mengharapkan bantuan dari Pemerintah Daerah terhadap warga yang terpapar covid-19. Selain obat-obatan, yang dibutuhkan oleh masyarakat adalah bantuan makanan”, pinta Dima.

Selain itu, Kades Dima menyayangkan tentang keterbatasan alat rapid dari pihak medis.

Diakui Kades Dima, banyak warga dari Dusun Woko Ledu yang ikut dalam hajatan,(Kenduri-red) di Kampung Lando yang hingga saat ini belum di rapid. Ini salah satu masalah ditengah masyarakat, jangan sampai hal ini akan berprasangka tidak baik ditengah masyarakat.

“Kami Pemerintah Desa meminta Gugas Tugus Kabupaten Matim untuk turun ke wilayah kami sekaligus membawa alat rapid sebanyak mungkin. Supaya warga disini, baik yang sudah di rapid dan belum di rapid tidak saling bermusuhan. Rapid antigen harus merata”, pungkasnya.

Laporan: Nandik Lalong

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *