Klivetvindonesia Jakarta- Lonjakan kasus COVID-19 makin tak terkendali, sejumlah Rumah Sakit (RS) sudah tak dapat menampung pasien COVID-19. Sementara Tenaga Kesahatan (Nakes) di sejumlah rumah sakit sudah mulai kewalahan dengan adanya lonjakan yang drastis ini.
Berdasarkan data dari Dinas Kesehatan Provinsi DKI Jakarta kasus positif COVID-19 di DKI Jakarta menembus angka dari sebelumnya berada diangka 7.505 kasus pada Kamis (24/6). Hari ini kembali meroket dan mencetak rekor terbaru yaitu, menembus angka 9.271 kasus per-hari.
“Dilakukan tes PCR sebanyak 30.549 spesimen. Dari jumlah tes tersebut, sebanyak 22.911 orang dites PCR hari ini untuk mendiagnosis kasus baru dengan hasil 9.271 positif dan 13.640 negatif,” ujar Kepala Bidang Pencegahan dan Pengendalian Penyakit, Dinas Kesehatan (Dinkes) Provinsi DKI Jakarta, Dwi Oktavia, Sabtu (26/6).
Dwi juga menyebut, trend kasus positif aktif pada anak di bawah usia 18 tahun masih terus bertambah seiring dengan lonjakan kasus yang kian tak terkendali.
“Sebanyak 14% dari 9.271 kasus positif hari ini adalah anak-anak di bawah usia 18 tahun, dengan rincian, yaitu 993 kasus adalah anak usia 6 – 18 tahun dan 332 kasus adalah anak usia 0 – 5 tahun. Sedangkan, 7.218 kasus adalah usia 19 – 59 tahun dan 728 kasus adalah usia 60 tahun ke atas,” ucapnya
Melihat hal tersebut, Dwi mengimbau kepada orang tua agar memperketat pengawasan terhadap anak dan sebisa mungkin menghindari aktivitas di luar rumah agar tak terpapar virus corona (COVID-19).
“Untuk itu, penting sekali bagi para orang tua agar menjaga anak-anaknya lebih ketat dan menghindari keluar rumah membawa anak-anak. Sebisa mungkin lakukan aktivitas di rumah saja bersama anak, karena kasus positif pada anak saat ini masih tinggi,” imbaunya.
Kemudian, Dwi juga menjabarkan distribusi 9.271 kasus positif hari ini, yaitu Kepulauan Seribu 7 kasus, Jakarta Barat 2.005 kasus, Jakarta Pusat 722 kasus, Jakarta Selatan 1.671 kasus, Jakarta Timur 2.416 kasus, dan Jakarta Utara 1.509 kasus, serta data kasus yang masih dalam proses verifikasi sebanyak 941.
“Sedangkan, Kecamatan dengan jumlah kasus terbanyak, antara lain Tanjung Priok 492 kasus, Cengkareng 392 kasus, Ciracas 340 kasus, dan Cipayung 306 kasus,” ujarnya.
Sementara itu, proses vaksinasi juga masih terus berlangsung. Adapun jumlah sasaran vaksinasi total Provinsi DKI Jakarta sebanyak 8.815.157 orang. Untuk Vaksinasi Program, total dosis 1 saat ini sebanyak 4.018.256 orang (45,6%), dengan jumlah yang divaksin dosis 1 hari ini sebanyak 134.160 orang. Sedangkan total dosis 2 kini mencapai 1.907.281 orang (21,6%), dengan jumlah yang divaksin dosis 2 hari ini sebanyak 4.948 orang.
Diketahui, pada hari ini, Sabtu (26/6), dilakukan Program Serbuan Vaksinasi di Stadion Utama GBK, Senayan yang penyelenggaraannya atas kolaborasi 3 pilar, yaitu Pemprov DKI Jakarta, TNI, dan Polri.
Berdasarkan data Dinas Kesehatan Provinsi DKI Jakarta, estimasi total yang divaksin pada pelaksanaan Program Serbuan Vaksinasi sebanyak 9.800 – 10.000 orang (masih dalam proses rekapitulasi P-Care). (Aldi).





