Satpol PP Patahkan Gitar Pengamen, Musisi: Gitar itu Mereka Beli Pakai Uang

Klivetvindonesia.com, Pontianak – Satpol PP Kota Pontianak menangkap sejumlah pengamen yang sedang beraktivitas di traffic light yang ada di Kota Pontianak.

Para pengamen tersebut dibawa ke kantor Satpol PP Pontianak untuk didata. Pada operasi itu, petugas juga menyita gitar ukulele yang kerap digunakan oleh para pengamen.

Dalam unggahan di akun Instagram-nya Satpol PP Kotak Pontianak, @polpp.ptk, Jumat (4/6/2021), gitar-gitar milik pengamen yang disita tersebut dipatahkan oleh seorang petugas.

Hal tersebut menuai komentar dari netizen. Mereka menyayangkan tindakan Satpol PP Pontianak yang mematahkan gitar milik pengamen tersebut.

“Mereka pengamen, musisi jalanan, mereka bukan pengemis,” komentar di akun @bubud_prettttz.
“Tolong didik mereka, jika perlu Pemerintah Provinsi (Pemprov) atau Pemerinta kota (Pemkot) biayai pendidikan mereka untuk bersekolah. Keadaan yang membuat mereka harus mencari nafkahi dijalanan,” ujarnya akun @yourname.ras.

Musisi Kota Pontianak, Arbian, saat dihubungi media ini juga mengkritisi tindakan Satpolair PP Pontianak yang mematahkan alat musik milik pengamen. “Tidak mesti gitulah. Cukupi disita, dihina benar-benar. Terus saat sudah baik, kembalikan barang-barangnya. Gitar itu mereka beli pakai uang mereka sendiri,” ujar Arbian.

Penulis : Reza Pahlefi

Editor : Quin Reman

 

 

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *