klivetvindonesia.com Berdasarkan letak geografis dan kepadatan penduduknya, Kalbar memang sangat potensi untuk dijadikan pangsa pasar rokok, baik itu rokok yang legal maupun rokok ilegal, baik yang cukai nya bebar maupun cukai yang salah.
14 Kabupaten Kota yang ada di Kalbar ini Sangat menjanjikan untuk penjualan rokok. Dengan kondisi ini pengusaha nakal pun bereaksi.
Kalbar syurganya rokok salah cukai, kalimat ini mungkin sangat miris untuk di dengar namun fakta dilapangan hampir seluruh pedagang menjual rokok yang salah cukai.
Bicara tugas dan tanggung jawab untuk memutus mata rantai peredaran rokok salah cukai ini sebenarnya siapa???. Dan bagai mana cara pengusaha nakal ini mendapatkan pita cukai??? Apakah ada oknum yang bermain dalam peredaran cukai ini.
DPD I PANI Kalbar angkat bicara, “kondisi seperti ini sangat memprihatinkan tatkala negara dalam kesulitan dalam pendapatan pajak, namun masih banyak oknum yang menjual pita cukai kepada pengusaha nakal sehingga menimbulkan kerugian negara yang sangat besar.
“Dan ditambah parah lagi adanya oknum yang membiarkan peredaran rokok salah cukai ini, berdasarkan fakta lapangan DJBC Kalbar tidak mau mengambil tindakan tegas terkait gudang atau agen besar bahkan pabrik yang bergerak dirokok salah cukai.
Terkesan ada oknum yang pasang badan atas marak nya peredaran rokok salah cukai ini, dan terkesan ada NGO atau LSM yang menjadi bamper pengusaha nakal tersebut, seharusnya NGO atau LSM ini melaporkan kepada pihak terkait akan aktifitas maraknya rokok salah cukai ini.
Kami akan menyampaikan data dan fakta ini kepada Kementrian Keuangan, Kementrian Perdagangan, agar sesegera mungkin Pelaku atau pengusaha rokok salah cukai untuk diproses dan oknum penjual pita rokok juga di proses agar tidak lagi terjadi kerugian negara yang luar biasa.ujarnya
Michael SH., MH., kuasa hukum PT. Borneo Twindo Group sekaligus Ketua NGO atau LSM IPPM pada tanggal 13 April 2021 mengatakan “Maraknya pemasaran rokok salah cukai asal Jawa bukan saja di wilayah Kalimantan Barat tapi secara nasional hampir di seluruh wilayah tanah air di luar pulau Jawa.
“Jadi ini adalah kebocoran devisa negara uang cukup besar.Perlu ketegasan pemerintah dan komitmen yang kuat dari semua stakeholder yang berkepentingan dan menyasarakat mengatasi masalah ini.
Michael juga menuturkan “Menurut KLTV Indonesia bahwa Kalbar adalah surganya rokok salah cukai, Memang betul surga bagi pengusaha pengusaha di Jawa sana yang memasarkan beraneka macam rokok salah cukai, dalam jumlah yang fantastis dan benar benar hanya mengeruk keuntungan yan fantastis pula. Apa kontribusi mereka terhadap daerah, adakah lapangan kerja yang tercipta ? Tidak ada samasekali, nol besar , kecuali keuntungan yang sebesar besarnya.
“Lalu bagaimana dengan perusahaan lokal yang yang berusaha di bidang rokok tentu jelas terancam eksistensinya dengan maraknya beragam rokok salah cukai yang berasal dari pulau Jawa ini. Pemerintah baik ditingkat provinsi maupun kabupaten perlu dan berkewajiban untuk memperhatika dan melindungi pengusaha dan investor lokal yang sudah jelas jelas berkontribusi dalam peningkatan PAD serta peciptaan lapangan kerja yang nampak jelas di depan mata.
“Di sisin lain kondisi ini juga surga dan peluang bagi sebagian oknum masyarakat dapat menyalah gunakan fungsi dan peran sosial kontrol dalam posisi dan jabatan apa saja baik di pemerintahan maupun sebagai anggota masyarakat untuk maksud dan kepentingan keuntungan pribadi semata mata . kesalnya
“Dan ironisnya, karena perusahaan dan pengusaha yang memasarkan rokok salah cukai ini yang hanya mengeruk keuntungan semata , sebagian besar berada di pulau Jawa, karena tidak bisa berkomunikasi dan melakukan investigasi , kemudian investor / pengusaha lokal menjadi bulan bulanan tanpa memperhatikan nilai positif berupa kontribusi yan telah diberikan bagi peningkatan PAD dan terciptanya lapangan kerja.
Dalam waktu dekat Lembaga Investigasi , Pemantauan dan Pemberdayaan masyarakat ( IPPM ) akan bersinergi dan berkoordinasi dengan berbagsi lembaga dan instansi pemerinta menggelar seminar masalah ekonomi yang menyangkut produksi, pemasaran serta regulasi yang mengatur produksi tembakau / rokok tutup Michael
Sampai berita ini tayang tidak ada tanggapan dari DJBC





