Anak Yatim Asal Matim Lulusan Terbaik UIT-Makassar Ingin Lanjut Kuliah S2

klivetvindonesia.com,Makassar-Lusia Dindung anak yatim berhasil menjadi salah satu wisudawan terbaik Universitas Indonesia Timur, (UIT)-Makassar asal Desa Golo Wontong, Kecamatan Lamba Leda, Kabupaten Manggarai Timur, Flores-Nusa Tenggara Timur.

Saat ini ia tengah mencari beasiswa untuk melanjutkan kuliah pada jenjang pendidikan S2.

Lussi merupakan satu dari tiga wisudawan terbaik UIT-Makassar angkatan wisuda ke-15 . Dia tampil untuk menerima penghargaan atas prestasinya dalam wisuda yang diselenggarakan 23 Desember 2020 kemarin.

Keterbatasan ekonomi yang membelit keluarga tak menjadi alasan Lusi untuk berprestasi. Anak Yatim ini diterima masuk UIT hingga lulus menggunakan biaya baik orang tua, keluarga maupun lewat kerja di kota Makassar.

Lussi berhasil jadi yang terbaik dari Fakultas Pertanian Program Studi Teknologi Pangan setelah lulus dan menorehkan Indeks Prestasi Kumulatif (IPK) 3,94.

Ket: Pemberiaan Penghargaan kepada tiga wisudawan terbaik Kampus UIT Makassar pada 23 Desember 2020,(foto: Istimewa).

“Saya bersyukur kepada Tuhan, yang telah memberikan saya nikmat untuk jadi wisudawan terbaik,” kata Lussi pada Minggu,(14/3/2021).

Lussi saat ini berharap bisa melanjutkan kuliah. Dia sedang mencari program beasiswa agar bisa masuk program S2.

“Harapannya bisa melanjutkan pada jenjang S2. Sekarang lagi cari-cari beasiswa. Tapi kalau tidak, ya mungkin kerja dulu,” ucapnya.

Kendati telah berhasil menjadi yang terbaik di antara teman-temannya, ia mengaku dirinya tidak pantas. Lussi menganggap masih banyak temannya yang lain yang lebih pintar.

Lusia Dindung sendiri diketahui merupakan mahasiswi UIT-Makassar angkatan 2016. Dia merupakan anak dari pasangan Marselinus Kenong dan Lusia Nel. Ayahnya, sudah meninggal sejak tahun 2016.

“Mama saya saat ini sedang menderita penyakit katarak”, imbuhnya.

Diakuinya, kondisi ekonomi orang tua tidak mendukung, apalagi saya anak yatim. Mama saya kena penyakit katarak sejak 2020 kemarin. Satu-satunya harapan saya minta bantuan dan dukungan dari Pemkab Matim karena saya mau melanjutkan jejang S2 di bagian kesehatan khususnya gizi.

Penulis: Nandik Ferdinand

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *