klivetvindonesia.com,Matim-Jembatan yang putus akibat banjir bandang bulan Februari 2020 lalu di Desa Sangan Kalo, Kecamatan Elar Selatan hingga kini tak kunjung diperbaiki pemerintah. Warga pun akhirnya membangun jembatan darurat secara gotong royong menggunakan kayu.
“Jembatan Wae Nimbar di Desa Sangan Kalo yang sekarang Desa Pemekaran Satar Gising merupakan akses menuju sentra pertanian. Ada sekitar ratusan kepala keluarga,(KK) yang berada pada sepanjang jalur Kabupaten itu”, demikian disampaikan salah satu Aparat Desa Pemekaran Satar Gising yang enggan dimediakan namanya pada Jumat,(5/3/2021).
Dikatakan sumber itu, Pasca banjir bandang, jembatan itu rusak berat dan hanya bisa dilalui kendaraan roda dua. Namun hingga kini tidak ada perbaikan.
Ia menyebutkan kondisi putusnya jembatan itu sudah beberapa kali disampaikan kepada pemerintah melalui kepala desa, juga melalui anggota Dewan yang berasal dari daerah pemilihan, tapi belum juga diperbaiki.

Karena tidak ada tanda- tanda perbaikan, warga Rt Waemian, Rt Umandawa dan Rt Gising Desa Pemekaran Satar Gising bergotong royong membangun jembatan darurat yang sebelumnya sudah pernah bangun jembatan darurat pula.
“Hari ini warga dari tiga Rt di Desa Pemekaran melakukan perbaikan sekaligus mengganti kayu yang sudah lapuk bahkan yang retak dengan kayu yang baru”, ujarnya.
Kegiatan ini kata dia, merupakan bentuk kepedulian warga, apalagi jalur ini sering dilalui oleh para pelajar, baik SD, SMP, SMA maupun warga masyarakat di Elar Selatan dan sekitarnya.
Penulis: Nandik Ferdinand





