klivetvindonesia.com Pontianak – kebakaran hutan dan lahan (karhutla) yang terjadi dalam dua pekan terakhir, kembali menimbulkan kabut asap pekat di hampir seluruh wilayah Kalbar.
Berdasarkan informasi konsentrasi partikulat (pm 10) yang diliris laman kementerian lingkungan hidup dan kehutanan pada Minggu (28/2) pukul 15.00 wib hingga Senin (1/3) pukul 15.00 wib kualitas udara di kota Pontianak Kalbar berada di level 136 ugram/M3
Angka tersebut artinya masuk kategori tidak sehat.
Menanggapi hal tersebut,
Wali kota Pontianak Edi kamtono menghimbau masyarakat mengurangi aktivitas di luar ruangan.
“Saat ini,kami minta masyarakat mengurangi aktivitas di luar ruangan sampai udara kembali sehat”,kata Edi kepada media senin siang(1/3).
Badan meteorologi klimatologi dan Geofisika (BMKG) Kalbar menyebutkan, berdasarkan data lembaga penerbangan dan antariksa Nasional (Lapan) terdapat 176 titik panas.
Sebagian besar titik panas berada di kabupaten kubu raya 103.titik dan di mempawah 47.titik.
Sebagaimana diketahui dalam sepekan terakhir terjadi kebakaran lahan di sejumlah wilayah di kota Pontianak.
Walikota Pontianak Edi Rusdi Kamtono menerangkan, saat ini pihaknya tengah membentuk tim satgas pencegahan dan penanggulangan Karhutla Kota Pontianak.
Dalam tim tersebut akan melibatkan unsur TNI/polri, Pemkot Kota Pontianak masyarakat mulai dari tingkat kecamatan, kelurahan, hingga tingkat RT/RW, termasuk pemadam kebakaran swasta.
Tugas tim satgas itu nantinya memonitor, kawasan lahan gambut yang rentan terjadi kebakaran serta melakukan patroli memantau titik titik lokasi lahan gambut.
Laporan : REZA PAHLEFI





