Pohuwato, 6 Juli 2026 – Masyarakat diimbau untuk meningkatkan kewaspadaan terhadap maraknya modus penipuan siber yang memanfaatkan undangan pernikahan digital melalui aplikasi WhatsApp. Modus ini dilakukan dengan mengirimkan file maupun tautan kepada calon korban, baik dari nomor yang tidak dikenal maupun dari akun yang diduga telah diretas sehingga tampak berasal dari kontak yang sudah tersimpan.
Pelaku memanfaatkan rasa penasaran korban agar membuka lampiran atau mengakses tautan yang dikirimkan. Dalam sejumlah kasus, file yang dibagikan dapat mengandung perangkat lunak berbahaya (malware) yang meminta berbagai izin akses pada perangkat. Sementara itu, tautan yang disertakan berpotensi mengarahkan korban ke situs palsu (phishing) yang dirancang untuk mencuri data pribadi, informasi perbankan, hingga kode verifikasi satu kali (One-Time Password/OTP).
Praktisi keamanan siber mengingatkan bahwa tidak semua file maupun tautan yang diterima melalui aplikasi pesan instan aman untuk dibuka. Oleh karena itu, masyarakat disarankan untuk selalu memverifikasi identitas pengirim sebelum membuka lampiran atau mengunduh file, terutama apabila pesan diterima secara tiba-tiba, berasal dari nomor yang tidak dikenal, atau memiliki isi yang tidak lazim.
Sebagai langkah pencegahan, masyarakat diimbau untuk:
– Tidak membuka file atau mengklik tautan yang berasal dari sumber yang tidak dikenal maupun mencurigakan.
– Melakukan konfirmasi langsung kepada pengirim apabila pesan mengatasnamakan teman, keluarga, atau rekan kerja.
– Tidak menginstal aplikasi yang diperoleh dari luar toko aplikasi resmi.
– Tidak pernah memberikan kode OTP, PIN, kata sandi, maupun data pribadi kepada pihak mana pun.
– Memastikan sistem operasi dan aplikasi keamanan pada perangkat selalu diperbarui guna menutup celah keamanan.
Apabila menerima pesan yang diduga merupakan upaya penipuan, masyarakat disarankan untuk segera menghapusnya, memblokir nomor pengirim apabila diperlukan, serta melaporkannya kepada pihak berwenang atau penyedia layanan agar dapat segera ditindaklanjuti.
Di tengah meningkatnya ancaman kejahatan siber, kewaspadaan dan literasi digital menjadi benteng utama dalam melindungi diri dari berbagai bentuk penipuan. Sikap hati-hati dalam menerima, memverifikasi, dan memproses setiap pesan digital merupakan langkah sederhana namun efektif untuk mencegah kebocoran data pribadi maupun kerugian finansial. Deber27
iklan 1
iklan 2

DPP LIMAS MENGUCAPKAN SELAMAT HARI BAKTI ADHIAKSA






