Ada Apa? Pembongkaran Median jalan di Pangkep Menuai Sorotan! LKIN :Siap Mengawal Hingga Selesai

 

PANGKEP – KLTV INDONESIAklivetvindonesia.comDinas Pekerjaan Umum dan Tata Ruang bekerjasama dengan pihak kontraktor untuk melakukan upaya perbaikan / Preservasi Median jalan di jalan poros Maros – Pangkep.


Keberadaan median jalan tersebut tentu didasari oleh tujuan yaitu untuk peningkatan kapasitas jalan dan keselamatan pengguna.

Keterkaitan dengan pengerjaan pembatasan median jalan / Preservasi median jalan di jalan nasional jalurĀ  Pangkep Maros, persis diwilayah Pangkep , Pada Hasil pantauan Lembaga Independen Nasional Indonesia ( LKIN ), Rabu 22 Mei 2024 .

Menurut LKIN, ada kejanggalan dan kemudian mereka mempertanyakan tentang material galian timbunan tersebut ,”demikian disampaikan oleh YUSUF dari Lembaga kontrol Independent Nasional Indonesia ( LKIN ) kepada media ini , Kamis 23 Mei 2024 .

Menurut dia , bahwa material jenis bongkaran tersebut harus dikuasai atau ditangani oleh Dinas Pekerjaan Umum dan Perumahan Propinsi Sulawesi Selatan karena galian timbunan tersebut milik negara bukan menjadi milik siapa – siapa yang tidak tahu jelas kemana keberadaanya ,”

Apalagi kalau galian material tersebut diperjual belikan maka sangat kita sayangkan karena negara akan mengalami kerugian,” begitu ujarnya.

Berdasarkan Informasi yang diperoleh dari warga masyarkat diduga material galian median jalan tersebut dikuasai oleh “kontraktor yang mengerjakan proyek tersebut” .

Oleh karena itu , Lembaga kontrol Independent Nasional Indonesia ( LKIN ) mengharapkan kepada Kejaksaan Negri Pangkep, Polres Pangkep, Kejaksaan Tinggi Sulawesi Selatan , Kepolisian Daerah Sulawesi Selatan , kiranya dapat mengusut proyek pengerjaan tersebut dan mempertanyakan kemana keberadaan material tersebut ,” begitu ucapnya.

Menurut keterangan dari instansi terkait yang mengawas kegiatan proyek tersebut bahwa material Timbunan tersebut tidak boleh diperjual belikan,kecuali masyarakat disekitarnya meminta untuk dipergunakan, maka akan di berikan secara gratis dan harus diketahui oleh dinas yang terkait,” begitu ujarnya .

Hasil pantauan di lapangan oleh LKIN bahwa sejumlah ruas jalan tersebut setelah dibenahi diduga ada yang menggunakan” material bekas” yang sudah “lama terpakai”.

Menurutnya, kuat dugaan belum sesuai dengan RAB, maka dimohon kepada pihak TIPIKOR untuk turun melihat pengerjaan Median jalan tersebut.

Dari segi keamanan ia juga menyayangkan karena para pekerja tidak disiplin memfungsikan K 3 dengan baik , seperti tanda Rambu yang masih minim, penggunaan Helem,Rompi,Sepatu Plagman tidak di fungsikan padahal hal itu sangat penting dalam keselamatan kerja ,” begitu ucapnya .

Ironisnya lagi,Debu hasil pengerukan tidak disiram,padahal semestinya setiap 2-3 kali sehari di lakukan penyiraman agar debu tidak mengganggu pengguna jalan.jelasnya

Begitu juga dalam penggunaan alat berat disaat beroperasi bekerja seharusnya ada Pihak dari kepolisian Lalu lintas yang mengawas dan mengaturkan lalu lintas kendaraan , karena ini di Jalan poros ,” begitu ujarnya. Informasi yang diperoleh bahwa belum ada pelaporan atau permintaan dari pihak kontraktor kepada Polres setempat ,tandasnya.

 

Menurutnya LKIN akan selalu siap mengawal atau mengawasi proyek tersebut hingga selesai.tutupnya

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *