Tangkal Masuknya Paham Radikal dan Intolerant Jamaah Tabligh Konsisten Tebar Kebaikan

klivetvindonesia.com, SEKADAU-
Jemaah tabligh, atau biasa disebut JT adalah sekelompok gerakan dakwah islam yang di prakarsai oleh Maulana Ilyas rahmatulah alaih, yg mulai berdakwah di negara India

Setelah beliau wafat dakwah kemudian dilanjutkan oleh anaknya yaitu Maulana Yusuf rahmatulah alaih, dan seterusnya dilanjutkan oleh sahabat beliau Maulana inamul Hasan, dan terus berkembang sampai sekarang ke seluruh penjuru dunia,hingga sampailah ke Indonesia.

Dakwah ini dilandasi oleh dianjurkan nya beramal makruf ( mengajak kebaikan) terhadap sesama, kelompok ini bukanlah suatu organisasi, Karena selama ini belum ditemukan susunan organisasi di dalamnya, didalam jemaah Tabligh juga tidak mempunyai pemimpin yang tetap, tetapi pemimpin atau Amir dalam jemaah tabligh tersebut di pilih sesuai keperluan dakwah,

Ada Amir mingguan, diputus dalam musyawarah mingguan oleh jamaah, dan berganti Amir seminggu sekali, Amir mingguan ini dibentuk tidak dalam keadaan berdakwah ( Khuruj) atau dalam keadaan berdiam ditempat tinggal (Maqomi).

Perlu diketahui juga, Jemaah Tabligh ini tidak ada sangkut paut atau hubungan sama sekali dengan organisasi-organisasi lain karena jemaah tabligh bukanlah organisasi, apalagi di hubungkan degan kelompok organisasi yg jelas-jelas sudah di larang oleh pemerintah.

“Karena apa? pola dakwah yg di lakukan oleh jema’ah tabligh jauh berbeda degan pola dakwah organisasi Islam yg lain, dakwahnya jemaah tabligh itu sendiri hanya mengajak orang-orang khususnya muslim untuk mengamalkan agama, dan tidak menjurus kepada pelarangan umat dalam bermaksiat, seperti contohnya kalau jemaah tabligh melihat ada yang berjudi atau mabuk-mabukan, ataupun melihat tempat maksiat, Jemaah tabligh cukup mengajak orang-orang yang melakukan maksiat itu ke mesjid untuk beramal agama,”
Hal ini disampaikan oleh Hengky atau kerap di sapa Usman yang pada saat itu bertugas memberi materi di salah satu masjid di Sekadau, Senin(19/01/21).

Lanjutnya, ketika diajak shalat dan mereka rutin melakukan shalat degan sendirinya perbuatan maksiat itu akan di tinggalkan,”

Menurutnya, Jemaah tabligh ini adalah satu kelompok dakwah yang sangat-sangat toleran terhadap pemeluk agama lain, kita liat dari cara dakwah apabila keluar di suatu tempat jemaah tabligh yang datang harus di dampingi oleh seorang Dalil, atau penunjuk jalan yang di ambil dari orang tempatan itu sendiri, gunanya, untuk dapat menunjukan keberadaan orang Islam, karena target dari dakwahnyakan jemaah tabligh ini adalah orang-orang Islam, khususnya yang jauh dari amal agama,”

Menurut pendapat Usman, sarana yang sangat pas dalam berdakwah yang sesuai dengan kaidah bahwa Islam adalah rahmatan lilalamin, Islam Rahmat bagi seluruh alam, Karena jemaah tabligh itu sendiri bukan organisasi dan jemaah tabligh ini dilarang untuk berpolitik praktis baik dalam negeri ataupun luar negeri. Dan Jemaah tabligh ini sangat menjunjung tinggi akhlak daripada Baginda Nabi Saw, sesuai dengan misi Nabi Muhammad Saw yaitu menyempurnakan akhlak bagi seluruh ummat manusia,”

“Makanya jemaah tabligh ini hanya menjalin kerjasama dengan instansi yg berwenang seperti TNI dan POLRI, jemaah tabligh telah membangun kerjasama degan POLRI dibidang repolusi mental, yang sudah lama di programkan pemerintah, contohnya jemaah tabligh membangun kerjasama degan Polres setempat, ada program kunjungan kepada para tahanan, program keluar 3 hari,” terang Usman.

Untuk Sekadau sendiri sebelum covid melanda program kunjungan kepada para tahanan degan memberikan tausiah yang menyejukkan sudah lama dilakukan oleh Jamaah ini, begitupun di daerah lain program ini sudah ada dilakukan.

“Jadi kesimpulan dengan adanya jemaah tabligh ini sangat membantu tugas dari pihak keamanan khususnya kepolisian karena secara tidak langsung ikut dalam penanganan KAMTIBMAS itu sendiri. Tutupnya.

 

Iwan SKd

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *