Terkait Pembunuhan Wartawan di Mamuju Tengah, Dewan Pers Pusat Angkat Bicara

Klivetvindonesia.com, Jakarta | Terkait dugaan kasus pembunuhan wartawan, Demas Leira, dari media online, Kabardaerah.com, Sulawesion.com dan Indrometro.com, di Kabupaten Mamuju Tengah, pada Kamis 20 Agustus 2020, Pukul 02.05 WITA, pihak Dewan Pers angkat bicara.

Lewat siaran Pers yang diterima media ini, Pukul 09.54 WITA, dikatakan, “Turut berduka citanya dan keprihatinan sedalam- dalamnya atas meninggalnya seorang wartawan media online,” isi siaran pers oleh Dewan Pers Jakarta, pada Minggu (23/8/2020).

Bacaan Lainnya

Ketua Komisi Hukum Pers, Agung  Dharmajaya, mengatakan korban pembunuhan yang mendukung kemerdekaan Pers di Indonesia, selain itu mengingatkan bahwa kerja Jurnalistik dilindungi oleh UU, Nomor 40 Tahun 1999 tentang Pers dan Kode Etik Jurnalis dan untuk itu Dewan Pers menyatakan sikap.

” Pertama, kami prihatin dan mengecam serta mengutuk segala tindakan pembunuhan, penghalangan, kekerasan, intimidasi dan penganiyaan. Kedua, mendesak Aparat Penegak Hukum mengusut tuntas dan menghukum seberat-beratnya otak dan pelaku kasus dugaan pembunuhan terhadap Wartawan tersebut sesuai ketentuan hukum perundang-undangan yang berlaku. Ketiga, mendesak dan mendorong kepada media dan organisasi pers untuk selalu memperhatikan keselamatan Wartawan dengan sesuai standar perlindungan profesi Wartawan serta melakukan pendampingan hukum terhadap Wartawannya. Keempat, mengingatkan kembali agar wartawan selalu memperhatikan keselamatan dan keamanan diri dalam melakukan kerja Jurnalistik seperti melaporkan kepada aparat penegak hukum apabila menerima ancaman dari pihak tertentu. Kelima, memohon semua pihak dan pemangku kepentingan untuk menunggu hasil penyelidikan dan serta menghormati hasil kerja team penegak hukum sebelum melakukan langkah selanjutnya,” pernyataan sikap Dewan Pers.

Selanjutnya, pihaknya akan berkordinasi dengan Jurnalis dan Organisasi Pers Sulawesi Barat khususnya Mamuju Tengah serta berkordinasi dengan aparat penegak hukum yang saat ini dalam tahap penyelidikan dengan mengumpulkan bukti-bukti dan saksi- saksi untuk proses lebih lanjutnya.

Selain itu, Dewan Pers Puaat mendoakan Almarhum Dimas Leira, “agar mendapat tempat yang layak disisinya dan keluarganya diberikan kekuatan dalam musibah serta mendorong aparat bertindak cepat dan profesional dalam menangani kasus ini secara terbuka. Dewan Pers, satgas kekerasan wartawan serta para konstituen siap memberikan pendampingan untuk membantu proses penyelidikan aparat,” tuturnya

 

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *