Ketua Gugus Covid-19 Aceh Utara: Kami Tidak tau Adanya Bimtek ke Sabang

Klivetvindonesia.com, Aceh Utara | Ditengah situasi pandemi covid-19 yang semakin menyusahkan masyarakat Aceh, Ternyata 23 Desa dalam Kecamatan Cot Girek, memaksakan kehendak untuk mengikuti Program Bimtek (Bimbingan Teknis) ke Sabang, padahal Penyebaran virus pandemi Covid-19 di Aceh semakin mengkhawatirkan, data update terakhir yang dirilis Tim Gugus tugas Covid-19 di Provinsi Aceh yang terpapar sudah mencapai 1.000 lebih.

Faktor peningkatan penyerbaran covid-19 di Aceh salah satu nya adalah masyarakat mengabaikan himbauan Pemerintah dalam mematuhi protokoler kesehatan, seperti jaga jarak, mencuci tangan dan menggunakan masker. Tulis DIRWASTER LKPK Aceh dalam Rilis yang diterima media ini sabtu (22/8/2020).

Ketua DPW Lembaga LKPK Aceh, Drs.Amirruddin AR, Mengatakan ketidak patuhan masyarakat Aceh Utara ini tentu dilatar belakangi krisis kepercayaan, karena Pemerintah sendiripun tidak disiplin dan tidak konsisten mematuhi protokoler Covid-19.

“Hal ini dapat dilihat dari pembiaran yang dilakukan oleh Pemerintah kabupaten Aceh Utara, ditengah kewaspadaan dan ketakutan serangan Covid-19, malah para Geuchik dan perangkat Desa sibuk mengadakan pelatihan atau bimtek ke zona merah, padahal program tersebut tidak relevan dan tidak efektif dilakukan ditengah keresahan masyarakat dalam memghadapi pandemi yang menakutkan ini,” Katanya.

Acara Bimtek/ pelatihan yang dilaksanakan Pemerintahan Desa(Pemdes) di Kecamatan Cot Girek Kabupaten Aceh Utara, terkesan dipaksakan, dan patut dipertanyakan.

Dikatakan, dugaan program pelatihan/Bimtek merupakan program penumpang gelap (titipan) pihak-pihak yang mempunyai kepentingan untuk menggerogoti dana segar pelatihan dengan nilai yang sangat fantastis.

“Kami menduga ini ada oknum drakula yang sengaja untuk memangsa dana desa ditengah kemelut wabah pandemi Covid-19,” Tuturnya.

Ketua DPW LKPK Aceh, Amiruddin mengatakan, pada prinsipnya sesuai tujuan lembaga kami, LKPK Aeh tidak tinggal diam dalam hal ini, akan dilakukan investigasi ulang ke kabupaten Aceh Utara, jika nantinya biaya bimtek tersebut di temukan adanya kerugian keuangan negara, maka akan dilaporkan pelaku korupsi tersebut ke ranah hukum.

“Kami meminta Bupati Aceh Utara untuk meninjau kembali tentang Biaya Bimtek Geusyik yang tidak masuk di akal di dalam wilayah kabupaten Aceh Utara,” kata Amiruddin.

Ketua Pusat pengendalian Operasi Gugus tugas Covid-19 saat ditemui awak media di posko covid -19 di Landing, Drs Amir Hamzah yang juga kepala BPBD Aceh Utara mengungkapkan, terkait pelatihan atau Bimtek para geusyik maupun masyarakat ke Luar daerah, sampai saat ini pihaknya belum mendapatkan informasi.

“Sampai saat ini belum ada laporan baik yang berangkat nanti malam ke luar daerah, maupun yang berencana membuat pelatihan di kabupaten ini sendiri,” ungkap Amir Hamzah.

Drs Amir Hamzah juga sangat berterimakasih dengan adanya informasi dan menyatakan akan langsung berkoordinasi dengan para stecholder di masing -masing kecamatan dan akan menelusurinya.

“Kami selalu mengimbau agar semua orang patuh pada protokoler covid -19, jangan di perdebatkan masalah protokoler kesehatan, pencegahan virus corona ini merupakan tanggung jawab kita bersama, bukan hanya tanggung jawab pemerintah saja, tapi semua pihak, mari kita saling mengingatkan dalam melawan wabah Pandemi ini,” Tutupnya.

Reporter : Saif Aceh
Editor: KJ

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *